Breaking News

Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 88
  • print Cetak

TIGARUT.COM — 20 juta lebih rakyat Iran yang hadir dan menangis sedih karena pemimpin yang dicintainya syahid, dikatakan Trump sebagai “air mata palsu.” ODGJ gini pantesnya diapain gaess? Ini sudah penghinaan. Tapi wajar sih, karena itu memang stupidity (kebodohan).

 

Kalimat presiden negara besar seperti ini menyimbolkan betapa spritualitas Amerika Serikat benar-benar kosong, garing, nihil dari penghayatan pada yang namanya “mencintai pemimpin.” Barat terhijab oleh serba rasionalitas, gaya hidup serba material, hedonis dan kebebasan yang menggambarkan sekularisme AS. Peradaban Barat hanya punya “mencintai syahwat kekuasaan” dan tak punya penghayatan “mencintai pemimpin.”

 

Di masyarakat sekuler, mencintai pemimpin karena emosi atau ghirah keagamaan benar-benar kosong. Makanya, sangat wajar, Trump sendiri “direndahkan serendah-rendahnya dan dihinakan sehina-hinanya” oleh jutaan masyarakat AS yang berdemo pro Palestina dan membenci isu pedofilnya Trump.

 

Masyarakat sekular dan tradisi politik AS, tak mengenal istilah “kesucian,” “yang disucikan,” “yang diagungkan,” dll yang berbasis spiritualitas. Semua hidupnya hanya otak, otak dan otak. Pikiran, pikiran dan pikiran. Tak ada penghayatan keagamaan. Agama yang dianut pun direndahkan, diprotes dan dihina yaitu Kristen di Barat. Dalam sebuah acara, gambar Tuhan Yesus dikutuk, disobek dan ditendang-tendang oleh jemaat Kristen karena wajah Yesus yang selama ini mengisi gereja-gereja di seluruh dunia ternyata wajah palsu, aslinya bukan begitu.

 

Dalam Islam, penghormatan pada pemimpin religius yang lurus, pada ulama kharismatik, para ulama yang memiliki karomah, para waliyullah, apalagi pada para Nabi, sangat penting dan mulia sebagai tradisi spiritualitas Islam. Barat garing!!

 

Kegaringan Barat itu diwakili oleh presiden Amerika Serikat, Donald Bebek, yang sangat heran dan tak bisa mengerti mengapa rakyat Iran sampai segitunya mencintai Sayyed Ali Khamenei dan mengapa di dunia Islam seperti itu pada ulama-ulama besar dan berpengaruh.

 

Kayaknya, si Trump sekali-kali harus diajak kelilingi ziarah ke makam-makam Walisongo, bagaimana masyarakat Muslim sangat menghormati para ulama wali Allah bahkan setelah ratusan tahun meninggalnya dalam tradisi ziarah yang tak pernah luntur dan berkurang hingga sekarang.

 

Tapi guide-nya jangan dari kelompok Wahabi, nanti bukannya menjelaskan kuatnya tradisi penghormatan masyarakat Muslim pada para tokoh menyebar Islam, kuatnya pengaruh kharisma ulama ratusan tahun, atau hebatnya peradaban spritualitas Islam bertahan beradab-abad, tapi malah sibuk nunjuk-nunjuk: “Ini musyrik!” itu bid’ah!” “mereka ahli neraka!” Bahaya. Si Trump malah seneng 😄☕🚬

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Tips Aman dan Nyaman saat Berenang di Pantai Garut Selatan

    5 Tips Aman dan Nyaman saat Berenang di Pantai Garut Selatan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 194
    • 0Komentar

      TIGARUT.COM — Tentu. Berenang di pantai Garut Selatan memang menyenangkan, tetapi karakter ombak laut selatan terkenal kuat dan beberapa kejadian wisatawan terseret arus masih sering terjadi, termasuk di Karangpapak dan kawasan Cikelet.   Berikut 5 tips aman dan nyaman saat berenang di pantai Garut Selatan:   Pantai Garut Selatan menawarkan keindahan yang memikat, namun […]

  • 5 Tokoh Asal Garut yang Menginspirasi, dari Pendopo hingga Panggung Nasional

    5 Tokoh Asal Garut yang Menginspirasi, dari Pendopo hingga Panggung Nasional

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 249
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut selalu punya cara untuk membuat orang rindu. Bukan hanya karena dodol, gunung, dan hamparan kebun tehnya, tetapi juga karena tanah ini melahirkan banyak sosok besar yang jejaknya melampaui batas kota. Dari kaki Gunung Cikuray hingga hiruk-pikuk Alun-alun Garut, lahir nama-nama yang memberi warna bagi pendidikan, budaya, musik, hingga pemerintahan nasional. Di setiap sudut […]

  • Inilah Mitos Kejantanan Pria dan Sejarah Situ Sarkanjut

    Inilah Mitos Kejantanan Pria dan Sejarah Situ Sarkanjut

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 288
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebuah situ atau danau bernama Sarkanjut terkenal di Kabupaten Garut. Situ Sarkanjut kerap dikaitkan dengan mitos soal kejantanan pria. Situ Sarkanjut terletak di Kampung Sarkanjut, Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Lokasinya, berada sekitar 20 kilometer di arah Utara perkotaan Garut. Situ Sarkanjut, memang tak biasa. Namanya, tak lazim didengar dan terkesan jorok. […]

  • Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 195
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya pernah mendampingi seorang siswa laki-laki.   Kalau dilihat sekilas, orang akan cepat memberi label: “emosian”, “pembangkang”, bahkan “bermasalah”.   Dia mudah sekali meledak. Hal kecil bisa jadi besar.   Pernah suatu kali, hanya karena temannya ingkar janji, dia langsung marah besar… bahkan sampai mengancam lewat pesan.   Di waktu lain, dia terlibat perkelahian— […]

  • Umat Islam dan Kesadaran Ekologi yang Minimalis

    Umat Islam dan Kesadaran Ekologi yang Minimalis

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Gibson al-Bustomi, Dosen Filsafat dan Teologi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    “Dan tidaklah aku utus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (al-anbiya:107) TIGARUT.COM — Tidaklah perlu untuk membuka dan membolak-balik lembaran al-Qur’an untuk memastikan “doktrin” Islam tentang kemestian untuk memperhatikan dan perduli terhadap kelestarian lingkungan hidup (alam). Karena, salah satu tujuan utama kehadiran Islam di muka bumi ini adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Lebih dari sekedar […]

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi dari Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi dari Gunung Papandayan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 270
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah lima keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

expand_less