Breaking News
dark_mode

Dodol Garut Aja Picnic, Yuk Liburan Ke Sini

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di Saung Sampireun, pelajaran itu terasa makin jelas. Tempat ini tidak memaksa jadi mewah dengan cara kota besar. Ia elegan dengan caranya sendiri. Kayu, air, saung, dan kesunyian yang ramah. Sama seperti dodol yang tidak perlu topping aneh-aneh untuk merasa cukup.

Dalam keheningan itu, saya sering refleksi: mungkin kita terlalu sering ingin jadi “bukan diri sendiri”. Padahal dodol Garut saja, dengan segala kesederhanaannya, bisa bertahan puluhan tahun tanpa rebranding berlebihan.

Pengalaman jadi urang Garut membuat saya percaya bahwa dodol adalah semacam kurikulum tak tertulis. Ia mengajarkan bahwa proses itu penting. Bahwa hasil tidak selalu instan. Bahwa kebersamaan—ngaduk dodol rame-rame—lebih berharga daripada hasil akhirnya. Dan ini paralel sekali dengan suasana Sampireun, di mana orang datang bukan untuk dikejar aktivitas, tapi untuk hadir sepenuhnya. Hadir dengan pikiran, hadir dengan rasa.

Ada ironi lucu juga. Banyak orang kota datang ke Garut, ke Sampireun, untuk “healing”. Mereka mencari ketenangan yang sejak awal dimiliki oleh urang Garut, tapi sering kami anggap biasa. Kami justru kadang ingin ke kota, cari hiruk-pikuk. Padahal, dodol dan saung sudah cukup jadi pengingat bahwa hidup tidak harus ribet. Bahwa pelan-pelan itu bukan kalah, tapi sadar.

Dodol Garut, dalam konteks ini, bukan cuma oleh-oleh. Ia adalah oleh-oleh nilai. Ia mengajarkan kita untuk tidak buru-buru menilai sesuatu dari tampilan. Untuk menikmati proses. Untuk menerima bahwa lengket pun bisa manis, asal dijalani dengan sabar. Saung Sampireun menyediakan panggung yang sempurna untuk pesan itu—tempat di mana kita bisa duduk, diam, dan mendengar diri sendiri.

Pada akhirnya, membahas dodol Garut tanpa menyebut Sampireun rasanya timpang. Karena keduanya berbicara tentang hal yang sama: ketenangan, kesederhanaan, dan kejujuran. Dodol adalah rasa Garut. Sampireun adalah suasana Garut. Keduanya saling melengkapi, seperti urang Garut yang sederhana tapi dalem kalau diajak ngobrol.

Jadi, kalau suatu hari kamu duduk di saung, kaki hampir nyentuh air, sore turun pelan-pelan, lalu ada dodol di meja—jangan buru-buru makan. Lihat dulu. Hirup suasananya. Karena bisa jadi, yang sedang kamu kunyah bukan cuma dodol, tapi sepotong cara hidup urang Garut: pelan, jujur, dan penuh rasa.

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Rekomendasi

  • Dusun Deliek, Nostalgia Garut Tempo Dulu

    Dusun Deliek, Nostalgia Garut Tempo Dulu

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suasana zaman dulu atau Jadul, selalu dirindukan oleh berbagai kalangan. Jika ingin bernostalgia dengan suasana jadul di Garut, yuk coba datang ke tempat yang satu ini. Nama tempatnya Dusun Deliek. Berlokasi di Jalan Raya Karangpawitan-Wanaraja, Nomor 64, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Sekitar 15 menit jarak tempuhnya, dari pusat kota jika berkendara menggunakan motor atau […]

  • Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Atheis merupakan novel karya Achdiat Karta Mihardja yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 oleh Balai Pustaka. Cetakan ke-2 novel ini diterbitkan pada tahun 1957, cetakan ke-3 pada tahun 1960, cetakan ke-4 pada tahun 1960, cetakan ke-5 pada tahun 1969, cetakan ke-6 pada tahun 1976, cetakan ke-10 tahun 1989, cetakan ke-18 pada tahun […]

  • Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut merupakan salah satu destinasi populer di Jawa Barat yang selalu dipenuhi wisatawan, pasalnya, Garut memang menawarkan ragam pilihan destinasi wisata. Panorama perbukitan yang indah, budaya yang kental, hingga sektor ekonomi kreatif yang mengagumkan, menjadi daya tarik utama kota yang dijuluki juga Swiss van Java ini. Kepopuleran Garut tentunya dipengaruhi juga oleh aksesnya yang […]

  • Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Pembukaan Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jawa barat, yang dilaksanakan di Stadion Dalem Bintang SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (23/5/2026). Bupati Garut menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi secara rutin sebagai langkah strategis dalam menjaring bibit-bibit unggulan. Ajang yang menjadi wadah bagi para atlet muda ini […]

  • Garut Ungguli Wisata Domestik Versi Agoda

    Garut Ungguli Wisata Domestik Versi Agoda

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Bandar Lampung tercatat sebagai destinasi dengan pertumbuhan tercepat untuk menarik wisatawan mancanegara menurut Agoda. Sementara itu, Garut muncul di posisi teratas sebagai destinasi domestik yang paling diminati. Gede Gunawan, Senior Country Director of Agoda for Indonesia, melihat adanya pergeseran dalam cara wisatawan memilih destinasi liburan. Kini, semakin banyak orang yang mencari tempat dengan […]

  • Umat Islam dan Kesadaran Ekologi yang Minimalis

    Umat Islam dan Kesadaran Ekologi yang Minimalis

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Gibson al-Bustomi, Dosen Filsafat dan Teologi
    • 0Komentar

    “Dan tidaklah aku utus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (al-anbiya:107) TIGARUT.COM — Tidaklah perlu untuk membuka dan membolak-balik lembaran al-Qur’an untuk memastikan “doktrin” Islam tentang kemestian untuk memperhatikan dan perduli terhadap kelestarian lingkungan hidup (alam). Karena, salah satu tujuan utama kehadiran Islam di muka bumi ini adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Lebih dari sekedar […]

expand_less