Breaking News

Bukit Pasir sebagai Benteng Alami dari Hempasan Tsunami

  • account_circle T. Bachtiar, Penulis dan Geolog
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 1.416
  • print Cetak

Sand dune yang terbentuk oleh proses angin dan gelombang, tingginya mencapai 30 m. Inilah benteng alami bila terjadi badai laut dan tsunami. Rangkaian bukit pasir ini harus dipertahan keberadaannya karena mempunyai nilai ilmu pengetahuan dan nilai kemanusiaan.

Upaya mitigasi dalam berbagai sektor, berupaya untuk menghilangkan atau mengurangi dampak dan risiko bahaya yang akan terjadi dengan beragam program yang dilaksanakan dengan sepenuh hati, berkelanjutan, jauh sebelum keadaan darurat terjadi. 

Kemudahan jalan menuju tempat-tempat evakuasi, seperti tempat di atas pantai bertebing tinggi, pegunungan tinggi, dan bukit-bukit kecil yang tinggi, dapat menjadi tempat untuk berlindung yang aman dari hempasan maut tsunami. Perlu dibuat kemudahan jalan untuk menuju tempat-tempat untuk berlindung, yang terjangkau dengan waktu berjalan kurang dari 20 menit, ketinggian tempatnya di atas 20 m dpl.

Selain tempat-tempat untuk perlindungan alami, perlu juga dirancang tempat-tempat perlindungan mandiri di lingkungan rumah masing-masing, apalagi perkampungan itu berada di pantai yang datar. Tempat evakuasi mandiri itu seperti memanfaatkan menara air, namun harus dirancang kokoh menerima guncangan gempa bumi dengan kekuatan 8-9, dan tingginya lebih tinggi dari ketinggian hempasan tsunami yang diperkirakan di tempat itu.

Pembangunan destinasi wisata pantai di tempat-tempat yang diketahui sangat berbahaya bila terjadi gempa bumi dan tsunami, harus dibarengi dengan kemudahan jalan untuk menyelamatkan diri dari hantaman tsunami, baik tempat perlindungan diri secara mandiri maupun komunal. Misalnya di pantai Pelabuhan Ratu dan pantai Cisolok (Kabupaten Sukabumi), di pantai Cikalong (Kabupaten Tasikmalaya), dan di pantai Sindangbarang (Kabupaten Cianjur).

Pantai-pantai yang landai perlu ditanami pohon keras yang rapat selebar kurang-lebih 25 m sepanjang pantai itu, dengan pohon seperti: nyamplung, beringin, karet munding, waru, dan ada pohon pangan seperti sukun. Pohon sukun dapat menjadi sumber pangan, karena dapat diolah dengan mudah. Dalam keadaan aman, sabuk hijau itu dirancang menjadi lintasan untuk berlari atau jalan kaki. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Jalan Maju Norwegia

    Jalan Maju Norwegia

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • visibility 100
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, Norwegia bukan negeri yang lahir dalam kemewahan. Ia berdiri di tepi utara dunia, di antara fjord yang dalam, laut yang dingin, dan musim dingin yang panjang. Gunung-gunung membelah daratannya, sementara lahan subur terbatas. Alam tidak memberi kemudahan; alam memberi tantangan.   Sebelum dikenal sebagai negara kaya minyak, Norwegia hanyalah bangsa kecil di pinggir […]

  • 5 Fakta Asal Usul Sarkanjut Garut, Nama Unik yang Menyimpan Sejarah dan Legenda

    5 Fakta Asal Usul Sarkanjut Garut, Nama Unik yang Menyimpan Sejarah dan Legenda

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 93
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM  – Kabupaten Garut menyimpan banyak nama kampung dan tempat yang unik. Salah satunya adalah Sarkanjut, sebuah kampung sekaligus situ (danau kecil) yang berada di Kampung Sarkanjut, Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong. Nama ini kerap mengundang rasa penasaran karena terdengar tidak biasa. Di balik namanya yang unik, Sarkanjut ternyata memiliki sejarah, legenda, dan nilai budaya yang […]

  • Jalan Cerita Sukses Kiki Gumelar, Owner Chocodot dari Garut

    Jalan Cerita Sukses Kiki Gumelar, Owner Chocodot dari Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Jalan Sukses Kiki Gumelar Bareng Chocodot Kiki Gumelar dikenal sebagai sosok di balik lahirnya merek oleh-oleh legendaris Garut, Chocodot. Ia bukan sekadar pengusaha cokelat, melainkan perintis ide kreatif yang berhasil mengangkat identitas lokal menjadi produk bernilai nasional. Dari tangan dinginnya, Garut tak hanya dikenal sebagai kota dodol, tetapi juga sebagai rumah inovasi kuliner yang berani […]

  • Cerpen “Air Keras di Tengah Malam Jakarta”

    Cerpen “Air Keras di Tengah Malam Jakarta”

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 230
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Malam Jakarta sering terlihat biasa saja. Lampu jalan berdiri seperti penjaga yang kelelahan, angin membawa bau aspal, dan kota raksasa itu pura-pura tidur. Padahal Jakarta jarang benar-benar tidur. Ia hanya menunggu tragedi berikutnya muncul di tikungan jalan.   Kamis malam, 12 Maret 2026.   Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie Yunus melaju sendirian dengan motor […]

  • Si Kabayan Jadi Pewarta Media Online

    Si Kabayan Jadi Pewarta Media Online

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 250
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan ayeuna geus gaya, bajuna mah kaos oblong tapi maké rompi loba saku nu aya tulisan “PERS” badag pisan dina tonggongna. Gawéna jadi wartawan di média online “Tigarut.com”. Isuk-isuk, manéhna geus disidék ku dununganana, Redaktur nu galakna leuwih-leuwih ti Abah. “Kabayan! Mana warta dinten ayeuna? Urang peryogi berita anu viral, anu matak klik-un […]

  • Agama Langit dan Agama Bumi

    Agama Langit dan Agama Bumi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 238
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak ustadz menjelaskan agama oleh keharusan agama itu sendiri, bukan oleh batas kemampuan manusia mengamalkannya. Lain kata, mengajarkan agama di langit, bukan agama di bumi. Dalam bahasa Balqis Humaira, “masang ukuran kesalehannya ketinggian.” Akibatnya dua: Pertama, ajaran agama jadi tidak membumi. Agama jadi hanya teori, bukan praktek atau amal nyata. Agama disebut-sebut kemuliaan ajarannya […]

expand_less