Breaking News

Bimbingan Karirnya Ada, tapi Saat SPMB…

  • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 189
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Dulu waktu masih kuliah sama orang-orang ini kita punya kegiatan bantuin anak-anak di daerah biar punya motivasi kuliah kayak kita-kita, udah lulus jadi guru BK di SMA pun sama, akhir semester itu rasanya luar biasa sibuk.

Aku dan rekan-rekan guru BK benar-benar terlibat penuh dalam proses siswa menuju masa depannya.

 

Mulai dari bimbingan karir, pegang aplikasi PDSS, bantu siswa memenuhi syarat satu per satu, mengatur sosialisasi kampus, mendampingi alumni yang datang berbagi pengalaman, sampai ikut menghadiri sosialisasi perguruan tinggi.

 

Capek, iya.

Tapi saat itu ada rasa bangga karena merasa benar-benar menjadi bagian penting dari perjalanan siswa menuju langkah berikutnya.

 

Lalu setelah pindah ke SMP, aku sadar situasinya berbeda.

Bimbingan karir tetap ada.

Layanannya tetap jalan seperti biasa.

Siswa tetap diarahkan, dikenalkan pada potensi diri, bahkan dibantu memahami pilihan pendidikan lanjutannya.

 

Tapi ada satu bagian yang sampai sekarang masih sering membuatku struggle.

 

Ketika sudah masuk tahap final SPMB atau proses lanjutan yang sifatnya teknis dan administratif, guru BK di tempatku justru tidak terlalu dilibatkan.

Bukan karena tidak mau dilibatkan.

Bukan juga karena layanan BK dianggap tidak penting.

 

Tapi lebih karena budaya dan kebiasaan sekolah yang dari dulu memang sudah berjalan seperti itu.

Biasanya sudah ada pihak tertentu yang terbiasa mengurus bagian tersebut, jadi alurnya terus berjalan mengikuti kebiasaan lama.

 

Dan jujur… kadang ada perasaan campur aduk.

 

Di satu sisi, pekerjaan jadi terasa lebih ringan.

Tidak terlalu disibukkan dengan urusan teknis final seperti yang dulu pernah aku jalani di SMA.

 

Tapi di sisi lain, sebagai guru BK rasanya ada bagian profesi yang ingin sekali ikut terlibat sampai akhir proses.

Karena dulu aku pernah merasakan bagaimana guru BK bisa menjadi penghubung besar antara siswa dan masa depannya.

 

Mungkin karena pengalaman itulah, sampai sekarang aku masih punya mimpi bahwa guru BK bisa lebih dilibatkan dalam proses akhir perjalanan karir siswa, bukan hanya di tahap pembimbingannya saja.

 

Namun semakin lama aku juga mulai sadar…

mengubah budaya kerja yang sudah terbentuk bertahun-tahun itu tidak mudah.

Apalagi ketika sistemnya sebenarnya sudah berjalan baik.

 

Akhirnya aku belajar memahami bahwa peran guru BK tidak selalu harus terlihat di garis paling depan untuk tetap menjadi berarti.

 

Karena meskipun tidak memegang proses final SPMB, bukan berarti peran bimbingan karir hilang.

Justru proses pentingnya sering terjadi jauh sebelum tahap akhir itu dimulai.

 

Saat siswa mulai bingung menentukan pilihan.

Saat mereka ragu dengan kemampuannya.

Saat mereka tidak percaya diri dengan masa depannya.

Di situlah guru BK sebenarnya bekerja.

 

Dan mungkin sekarang aku mulai belajar…

bahwa tidak semua kontribusi harus terlihat besar di akhir proses.

Kadang tugas kita adalah memastikan siswa sudah cukup siap sebelum sampai ke tahap itu.

 

Bimbingan karir di sekolah sebenarnya bukan hanya soal membantu proses administrasi masuk sekolah atau perguruan tinggi.

Lebih dari itu, bimbingan karir adalah proses panjang membantu siswa mengenal dirinya dan merancang masa depannya.

 

Walaupun pada beberapa sekolah guru BK tidak terlibat langsung dalam tahap final SPMB, guru BK tetap memiliki peran penting seperti:

 

– membantu siswa mengenali minat dan bakatnya,

– mendampingi siswa menentukan pilihan pendidikan sesuai potensi,

– membangun kepercayaan diri siswa terhadap masa depannya,

– membantu siswa memahami arah tujuan hidup dan karirnya,

– serta menjadi tempat siswa berdiskusi ketika merasa bingung menentukan langkah.

 

Karena pada akhirnya, karir bukan hanya tentang “diterima di mana”,

tetapi tentang bagaimana seorang anak memahami dirinya dan berani melangkah menuju masa depannya.

 

Sharing dong disekolah teman-teman gimana ?

  • Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Antara Bisa Membaca Kitab dan Layak Menjadi Pewaris Pondok

    Antara Bisa Membaca Kitab dan Layak Menjadi Pewaris Pondok

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Lubab Zaman, Pemilik Channel Drama @lindtivi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Prompt:   Modal bisa baca kitab, sudah sah jadi “pewaris pondok”. Karena sealim-alimnya calon kiai, sia-sia saja mengajar kitab kalau masih “translit Jawa sentris”. Maka, dengarkan ketika “anak kiai” mulai mengajar kitab! Pertama, apakah hanya fokus translit? Kedua, apakah bisa menerjemahkan dalam bahasa lisannya sendiri? Ketiga, tanpa melihat kitab, apakah mampu menyampaikan matan-matan kitab?   […]

  • Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 309
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut Pangirutan merupakan salah satu julukan historis yang melekat pada Kabupaten Garut sejak masa lalu. Julukan ini tidak sekadar sebutan daerah, tetapi merekam perjalanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Garut yang dikenal ulet, pekerja keras, dan menggantungkan hidup pada sektor pertanian serta sumber daya alam. Istilah Pangirutan berasal dari bahasa Sunda, dari kata […]

  • Gara-gara MBG, 13 Pondok Pesantren Kena Tipu

    Gara-gara MBG, 13 Pondok Pesantren Kena Tipu

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 132
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baru juga kita bahas tiga WNI menipu di Tanah Suci, eh sekarang muncul episode baru, lebih lokal tapi efeknya global ke dompet. Ada 13 kiai dari 13 pondok pesantren di Jawa Barat kena tipu gara-gara program MBG. Ini bukan sekadar lanjutan cerita, ini sudah masuk season dua, Penipuan Naik Kelas.   Kalau ada yang […]

  • Reduksi Makna Pendidikan

    Reduksi Makna Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Kritik Epistemologis terhadap Statemen “Kebijakan Penutupan Prodi Berbasis Kebutuhan Industri” TIGARUT.COM — Wacana yang digulirkan oleh petinggi salah satu kementerian terkait penutupan program studi yang dianggap tidak selaras dengan kebutuhan industri merupakan sebuah simplifikasi yang berbahaya atas makna pendidikan. Karena dilontarkan oleh pejabat publik (sekalipun plt), narasi ini mencerminkan kegagalan pengelola negara dalam memahami amanat UUD […]

  • 5 Sekolah Tertua di Garut yang Wajib Diketahui

    5 Sekolah Tertua di Garut yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 59
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut bukan hanya kaya akan wisata alam dan kuliner, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Sejumlah sekolah di Kabupaten Garut telah berdiri sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan dan menjadi saksi perubahan zaman. Berikut 5 sekolah tua di Garut yang menarik untuk diketahui: 1. SMP Negeri 4 Garut — Berdiri sejak […]

  • 5 Kampus Terbaik di Garut, Pilihan Pendidikan Tinggi untuk Generasi Masa Depan

    5 Kampus Terbaik di Garut, Pilihan Pendidikan Tinggi untuk Generasi Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata dan kuliner, tetapi juga sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur. Sejumlah perguruan tinggi di Garut terus berkembang dengan menghadirkan program studi unggulan, peningkatan akreditasi, serta berbagai prestasi akademik yang membanggakan.   Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus jauh […]

expand_less