Breaking News

Suka dan Cinta

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 210
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Saudaraku, apa bedanya “aku menyukaimu” dan “aku mencintaimu”?

 

Ketika engkau menyukai bunga, kau petik ia sekejap—rupanya memikat, semerbaknya kau hirup diam-diam, lalu ia gugur bersama waktu yang engkau abaikan.

 

Ketika engkau mencintai bunga, kau sirami ia setiap hari, kau rawat tanahnya, kau jaga akarnya, kau temani tumbuhnya—dan dari kuncup yang perlahan merekah, engkau belajar kesabaran.

 

Apa bedanya suka dan cinta pada langit senja?

 

Ketika engkau menyukai langit senja, kau tatap ia sekelebat—warnanya memikat, kau jadikan semburat cahyanya jadi latar fotomu, namun tak pernah benar-benar memandangnya, lalu ia lenyap tanpa sempat engkau pahami.

 

Ketika engkau mencintai langit senja, engkau menantinya berulang kali, kau tepekur, tenggelam dalam peralihannya,

dan engkau mengerti: keindahan pun memiliki waktunya untuk berlalu.

 

Apa bedanya suka dan cinta pada lautan?

 

Ketika engkau menyukai lautan, kau saksikan permukaannya sejenak—gelombangnya memesona, debur ombaknya memekak telinga, lalu engkau pergi tanpa benar-benar mengenalnya.

 

Ketika engkau mencintai lautan, engkau mendekat tanpa jemu, kau ikuti pasang-surutnya, kau selami diamnya, dan engkau terima: kedalaman menyimpan tenang sekaligus badai.

 

Apa bedanya suka dan cinta pada manusia?

 

Ketika engkau menyukai manusia, engkau mendekat saat segalanya terasa riang dan ringan—senyumnya memikat, hangatnya menyentuh, lalu engkau menjauh ketika luka mulai mengemuka.

 

Ketika engkau mencintai manusia, engkau tetap tinggal dalam waktunya, engkau terima retaknya, engkau upayakan pulihnya, dan engkau pahami: mencintai adalah menjaga, bukan sekadar memiliki.

 

Siapa yang mengerti perbedaan sederhana ini, ia tak hanya mengenal kata—ia menyelami kehidupan: dalam setiap pertumbuhan, dalam setiap kepedihan,

dan dalam kesabaran yang meneguhkan hati untuk setia, bahkan dalam situasi tersulit.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bukan Sekadar Baper

    Bukan Sekadar Baper

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 166
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Simpan dulu, praktek kemudian ☺   Tujuan Layanan (Siswa mampu…)   ✅Mengidentifikasi 3 tanda fisiologis tubuh saat marah, cemas, atau sedih. ✅Membedakan antara “merasa” dan “bertindak” – bahwa emosi boleh dirasakan, tapi perilaku bisa dipilih. ✅Mempraktikkan minimal satu teknik regulasi emosi (misal: 5-4-3-2-1 grounding atau Zona Kendali).   Alat dan Bahan yang Diperlukan […]

  • Mengapa USD Tembus Rp18.000 Padahal Fundamental Ekonomi Kuat 

    Mengapa USD Tembus Rp18.000 Padahal Fundamental Ekonomi Kuat 

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Denny JA
    • visibility 135
    • 0Komentar

    – Apa Bedanya dengan Krisis 1998? TIGARUT.COM — Seorang ibu di Pasar Senen memegang kalkulator kecil di tangannya. Pagi itu ia baru menerima pesan dari anaknya yang sedang kuliah di Australia. Tidak ada kabar buruk dari kampus. Tidak ada kenaikan uang kuliah. Tidak ada masalah akademik. Namun biaya semester berikutnya melonjak puluhan juta rupiah hanya dalam […]

  • Tips Optimasi Facebook untuk Creator dan Pemula

    Tips Optimasi Facebook untuk Creator dan Pemula

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Alimudin Garbiz, Share Creator
    • visibility 94
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — 🚨 JANGAN HERAN KALAU REELS KAMU SEPI!   Bisa jadi bukan karena kontenmu jelek. Bisa jadi… pengaturan Facebook-mu belum dioptimalkan! 😱   Ada beberapa pengaturan yang sering dilewatkan Creator, padahal layak dicek satu per satu.   🔥 6 PENGATURAN FACEBOOK YANG WAJIB KAMU CEK!   1️⃣ BUKA PELUANG KONTEN DITEMUKAN DARI LUAR FACEBOOK […]

  • Naasnya Si Kue Nastar Pas Lebaran

    Naasnya Si Kue Nastar Pas Lebaran

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, penulis Leupas
    • visibility 198
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada satu fase dalam hidup yang terasa seperti eksperimen psikologi tanpa kita sadari: Lebaran sebelum menikah. Kita datang sebagai tamu, pulang sebagai… tersangka (setidaknya di batin sendiri). Di antara semua variabel sosial—basa-basi, pertanyaan “kapan nyusul?”, hingga strategi duduk agar tidak terlalu dekat dengan om yang cerewet—ada satu objek kecil yang diam-diam mengendalikan alur cerita: […]

  • 5 Rekomendasi Rumah Makan ala Pedesaan di Garut, Nikmatnya Kuliner Sunda dalam Suasana Lembur

    5 Rekomendasi Rumah Makan ala Pedesaan di Garut, Nikmatnya Kuliner Sunda dalam Suasana Lembur

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 53
    • 0Komentar

    TIGARUT – Garut bukan hanya dikenal karena dodol, domba, dan panorama pegunungannya. Kabupaten di selatan Jawa Barat ini juga memiliki kekayaan kuliner Sunda yang semakin menarik ketika dinikmati dalam suasana khas pedesaan. Bagi pencinta kuliner yang ingin merasakan sensasi dahar di saung, lesehan, ditemani kolam ikan, sawah, atau udara sejuk, sejumlah rumah makan di Garut […]

  • Asyiknya Wisata Healing ke Kawah Kamojang

    Asyiknya Wisata Healing ke Kawah Kamojang

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Editorial Tigarut
    • visibility 99
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kadang-kadang, yang kita butuhkan dalam hidup bukan nasihat. Bukan pula seminar motivasi dengan judul panjang yang membuat kita merasa gagal sebelum seminar dimulai. Kadang kita cuma butuh pergi ke tempat yang udaranya dingin, pemandangannya indah, dan sinyalnya tidak terlalu agresif. Maka suatu pagi, saya memutuskan untuk healing ke Kawah Kamojang. Keputusan itu sebenarnya […]

expand_less