Breaking News

Suryana Fatah, Seniman Leles Garut di Balik Tokoh Babah Ho Liang

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 29
  • print Cetak

TIGARUT.COM —- Nama Suryana Fatah mungkin tidak lagi terlalu sering disebut oleh generasi sekarang. Namun bagi penikmat lawak Sunda pada era 1970–1980-an, ia merupakan salah satu sosok yang sangat dikenal melalui karakter Babah Ho Liang dalam grup lawak De Kabayan.

Suryana Fatah dikenal sebagai pelawak sekaligus penyanyi. Ia bergabung dengan De Kabayan bersama Aom Kusman, Kang Ibing, Wawa Sofyan, dan Mang Ujang. Dalam kelompok tersebut, Suryana membawakan karakter Babah Ho Liang dengan gaya bicara dan penampilan khas yang menjadi bagian dari identitas lawak De Kabayan.

Putra Leles, Garut

Salah satu hal yang menarik bagi sejarah kesenian Garut adalah keterangan bahwa Suryana Fatah merupakan pituin Leles, Garut. Sumber biografi yang terbit pada 2011 menyebut ia lahir di Leles, Garut, dan mencatat tahun kelahirannya 1920. Namun, karena sumber lain mengenai biodatanya tidak selalu konsisten, tahun kelahiran tersebut sebaiknya dianggap sebagai data yang masih perlu diverifikasi dengan dokumen primer.

Yang juga menarik, karakter Babah Ho Liang begitu kuat hingga banyak orang mengira Suryana Fatah merupakan keturunan Tionghoa. Sumber yang membahas dirinya menyebut bahwa Suryana sebenarnya orang Sunda dan tidak dapat berbahasa Mandarin. Karakter tersebut merupakan bagian dari seni perannya dalam lawakan.

Bersama De Kabayan

De Kabayan menjadi salah satu kelompok lawak Sunda yang terkenal pada masanya. Nama-nama seperti Kang Ibing, Aom Kusman, Suryana Fatah, Wawa Sofyan, dan Mang Ujang kemudian menjadi bagian dari sejarah perkembangan lawak Sunda modern.

Suryana tidak hanya mengandalkan seni lawak. Ia juga mempunyai kemampuan bernyanyi dan menghasilkan rekaman. Album Alung-alung disebut dirilis oleh Nusantara Recording pada 1978. Setelah itu terdapat Alung-alung II dan Araraneh.

Lagu “Alung-alung” menjadi salah satu karya yang kemudian dikenang dalam perjalanan musik Sunda populer. Arsip digital mengenai Suryana juga mencatat sejumlah lagu dari album tersebut.

Babah Ho Liang di layar lebar

Karakter yang diperankannya kemudian tidak hanya hadir dalam lawakan. Suryana Fatah juga bermain film.

Dalam film Apanya Dong (1983) garapan Nya Abbas Akup, ia tercatat memerankan Ho Liang. Film tersebut juga menampilkan sejumlah nama besar lainnya, termasuk Titiek Puspa dan Indra Widyawati.

Dengan demikian, perjalanan Suryana Fatah mencakup beberapa bidang sekaligus: lawak, musik, dan film.

Album lawak Babah Ho Liang

Pada 1984, Suryana kembali menggunakan karakter Babah Ho Liang dalam album lawak Sunda “Babah Ho Liang Brang Breng Brong”. Album tersebut melibatkan Wawa Sofyan, rekan Suryana di De Kabayan. Dokumentasi mengenai album tersebut juga memperlihatkan bahwa foto Suryana digunakan pada sampul kaset.

Tahun-tahun terakhir

Menurut sumber biografi yang tersedia, Suryana Fatah berhenti dari kegiatan De Kabayan sekitar 1994. Setelah itu aktivitasnya lebih banyak diarahkan kepada kegiatan keagamaan dan dakwah di sejumlah masjid di Bandung.

Ia meninggal dunia di Bandung pada 6 September 2003. Sumber lain yang memuat dokumentasi De Kabayan juga menyebut Suryana dimakamkan di TPU Cikutra, Bandung.

Jejak seorang seniman Leles

Suryana Fatah merupakan salah satu contoh bagaimana seniman asal Garut mampu menembus dunia hiburan Jawa Barat dan nasional.

Dari Leles, Garut, ia kemudian dikenal luas sebagai Babah Ho Liang—sebuah karakter panggung yang begitu melekat pada dirinya. Ia berkarya melalui lawak, rekaman musik, hingga film.

Bagi sejarah Garoet Tempo Doeloe, kisah Suryana Fatah menarik bukan hanya karena popularitasnya sebagai pelawak, tetapi juga karena menunjukkan bahwa Leles pernah melahirkan seorang seniman yang menjadi bagian penting dari sejarah lawak Sunda.

Sumber

1. Biografi – Suryana Fatah, 28 September 2011.

2. Team Bulls – De Kabayan, dokumentasi mengenai Suryana Fatah dan De Kabayan.

3. Berita Gosip 2, dokumentasi diskografi dan foto Suryana Fatah.

4. Data film Apanya Dong (1983), Nya Abbas Akup.

5. Dokumentasi digital lagu Alung-alung.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bukit Pasir sebagai Benteng Alami dari Hempasan Tsunami 2.10 Play Button

    Bukit Pasir sebagai Benteng Alami dari Hempasan Tsunami

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle T. Bachtiar, Penulis dan Geolog
    • visibility 1.439
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Samudra Hindia yang membentang luas, seolah berujung di cakrawala, tempat bersalamannya kaki langit dan permukaan laut. Di cakrawala sebelah timur, matahari terbit dan di cakrawala sebelah matahari terbenam, dapat disaksikan setiap menjelang pagi dan pada rembang petang. Kemunculan matahari dan tenggelamnya matahari di cakrawala, menjadi atraksi alamiah yang selalu diburu para wisatawan. Pendataan […]

  • Pangauban Garut Sabet Juara I Desa Terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

    Pangauban Garut Sabet Juara I Desa Terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 313
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Desa Pangauban yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Garut, dinobatkan sebagai desa terbaik di Jawa Barat. Desa Pangauban berhasil menyabet gelar Pinunjul Kahiji (Juara 1) kategori Desa Berkinerja Terbaik pada ajang malam Anugerah Gapura Sri Baduga (AGSB) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Prosesi penganugerahan bagi para “pinunjul” ini dilakukan dalam rangkaian Drama Musikal […]

  • 5 Konsekuensi Bila Jabar Berganti Nama Menjadi Tatar Sunda atau Pasundan

    5 Konsekuensi Bila Jabar Berganti Nama Menjadi Tatar Sunda atau Pasundan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 125
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebagai warisan dan identitas budaya, orang Sunda pasti suka kesundaan disebutkan sebagai nama propinsi ketimbang “Jawa Barat” sebagai warisan administrasi kolonial. Saya saja suka walaupun bukan Sunda pituin alias blasteran Sunda-Makasaar, apalagi yang Sunda asli.   Tapi, mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Provinsi Pasundan memiliki konsekuensi yang luas, bukan […]

  • Ramadhan di Garut Tempo Dulu

    Ramadhan di Garut Tempo Dulu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 225
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada masa ketika Ramadhan di Garut terasa berjalan lebih pelan. Waktu seakan memberi ruang bagi manusia untuk benar-benar merasakan hadirnya bulan suci, bukan sekadar melewatinya. Di kampung-kampung, udara pagi yang dingin dari kaki gunung menyambut orang-orang yang pulang dari sahur dengan langkah ringan dan hati yang tenang.   Masjid dan surau menjadi pusat kehidupan. […]

  • Tips Optimasi Facebook untuk Creator dan Pemula

    Tips Optimasi Facebook untuk Creator dan Pemula

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Alimudin Garbiz, Share Creator
    • visibility 122
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — 🚨 JANGAN HERAN KALAU REELS KAMU SEPI!   Bisa jadi bukan karena kontenmu jelek. Bisa jadi… pengaturan Facebook-mu belum dioptimalkan! 😱   Ada beberapa pengaturan yang sering dilewatkan Creator, padahal layak dicek satu per satu.   🔥 6 PENGATURAN FACEBOOK YANG WAJIB KAMU CEK!   1️⃣ BUKA PELUANG KONTEN DITEMUKAN DARI LUAR FACEBOOK […]

  • Bedah Fakta Biaya dan Akses Tempat Wisata di Garut

    Bedah Fakta Biaya dan Akses Tempat Wisata di Garut

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 47
    • 1Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut menyajikan paket liburan lengkap di Priangan Timur lewat pesona pemandian air panas alami Cipanas dan kemegahan kawah Gunung Papandayan. Selain wisata alam pegunungan, daerah berjuluk Swiss van Java ini juga menyimpan warisan sejarah seperti Candi Cangkuang di tengah danau. Kombinasi udara sejuk dan variasi destinasi inilah yang menjadikannya magnet wisata utama di […]

expand_less