Breaking News

Asal Usul Bungbulang Garut Menurut Cerita Rakyat 

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 30
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Di wilayah selatan Kabupaten Garut, nama Bungbulang telah lama dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan cerita rakyat. Walaupun hingga kini belum ditemukan naskah kuno yang secara pasti menjelaskan asal-usul nama Bungbulang, masyarakat setempat mewariskan kisah-kisah yang hidup secara turun-temurun. Cerita tersebut menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bungbulang.

 

Cerita rakyat yang paling terkenal dari Bungbulang adalah kisah Dalem Boncel. Dikisahkan, pada awal abad ke-18 Bungbulang merupakan sebuah kampung kecil yang terpencil di selatan Garut. Penduduknya masih sedikit dan sebagian besar hidup sebagai petani atau buruh tani. Di kampung itulah tinggal sepasang suami istri sederhana yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Boncel. Kehidupan mereka serba kekurangan sehingga Boncel tumbuh sebagai anak yang rajin membantu orang tuanya mencari rumput dan bekerja di sawah.

 

Karena ingin mengubah nasib keluarganya, Boncel meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk merantau. Ia meninggalkan Bungbulang menuju Cidaun, kemudian bekerja sebagai pencari rumput dan pengurus kuda. Berkat kejujuran, kecerdasan, dan kerja kerasnya, Boncel dipercaya oleh para pejabat hingga akhirnya diangkat menjadi pemimpin di Kadipaten Caringin, Banten, dengan gelar Dalem Boncel.

 

Namun, cerita ini tidak hanya mengisahkan keberhasilan. Ketika kedua orang tuanya datang mengunjungi Boncel, ia malu mengakui mereka karena penampilannya yang sederhana. Kedua orang tuanya pulang dengan hati hancur. Setelah mereka meninggal dunia, Boncel menyesali perbuatannya. Kisah tersebut menjadi pengingat agar seseorang tidak melupakan asal-usul dan tetap menghormati orang tua, setinggi apa pun kedudukannya.

 

Di luar kisah Dalem Boncel, masyarakat Bungbulang juga mengenal cerita lisan mengenai asal nama daerahnya. Salah satu pendapat menyebutkan bahwa nama Bungbulang berasal dari nama sejenis pohon yang dahulu banyak tumbuh di wilayah tersebut. Namun, hingga kini belum ditemukan bukti tertulis yang dapat memastikan jenis pohon itu maupun kapan nama Bungbulang mulai digunakan. Oleh karena itu, penjelasan tersebut masih tergolong tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Dengan demikian, menurut cerita rakyat, Bungbulang bukan hanya dikenal sebagai kampung kelahiran Dalem Boncel, tetapi juga sebagai simbol perjuangan, kerja keras, dan bakti kepada orang tua. Nilai-nilai tersebut masih menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat Bungbulang hingga sekarang.

 

Sumber:

 

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalem Boncel: Cerita Rakyat dari Jawa Barat.

 

Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat. Analisis Fungsi Pelaku dan Motif Cerita Dalem Boncel.

 

Tradisi lisan masyarakat Bungbulang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.

 

Penelitian toponimi dan sejarah lokal Garut Selatan.

 

Catatan:

 

Hingga saat ini belum ditemukan sumber sejarah tertulis yang dapat memastikan asal-usul nama Bungbulang. Kisah Dalem Boncel merupakan cerita rakyat yang berkembang secara turun-temurun dan menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Bungbulang.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Tau Gak Sih? Domba Garut Itu Keren Banget! Petualangan di Desa Sukalaksana

    Tau Gak Sih? Domba Garut Itu Keren Banget! Petualangan di Desa Sukalaksana

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 444
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Terletak di Pedesaan yang sejuk dan asri, Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang di Kabupaten Garut menyimpan pesona alam dan budaya yang masih alami dan autentik. Desa ini bukan hanya menawarkan keindahan lanskap pedesaan, tapi juga pengalaman wisata yang berkesan dari keramahan penduduk lokal, kuliner tradisional, hingga atraksi budaya yang unik seperti domba Garut yang […]

  • Shalatlah Allah yang Menjamin Rizki

    Shalatlah Allah yang Menjamin Rizki

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 125
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suatu hari, seorang suami pulang ke rumah dan menemui istrinya setelah shalat isya. Ia menemukan anak-anaknya sudah pada tidur.   Dia bertanya kepada istrinya, “Apakah anak-anak sudah shalat?”   Istrinya berkata, “Di rumah tidak ada makanan dan aku mengasuh dan menyibukkan mereka sampai pada tertidur dan mereka belum shalat.”   “Bangunkanlah mereka…!” Kata suaminya […]

  • Menjaga Warisan Alam: Menelusuri 5 Hutan Larangan di Garut yang Sarat Kearifan Lokal

    Menjaga Warisan Alam: Menelusuri 5 Hutan Larangan di Garut yang Sarat Kearifan Lokal

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 128
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah laju pembangunan dan perubahan tata guna lahan, masyarakat Garut masih menyimpan warisan budaya yang mengajarkan pentingnya menjaga alam. Salah satunya melalui keberadaan leuweung larangan atau hutan larangan, kawasan yang dijaga secara turun-temurun dan tidak boleh dieksploitasi sembarangan. Bagi masyarakat Sunda, hutan larangan bukan sekadar hamparan pepohonan. Kawasan ini merupakan ruang ekologis […]

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan, Garut Gandeng UPI Latih 400 Pendidik

    Tingkatkan Mutu Pendidikan, Garut Gandeng UPI Latih 400 Pendidik

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 68
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satu langkah yang disiapkan ialah menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk memberikan pelatihan kepada 400 pendidik guna memperkuat kemampuan, khususnya di bidang literasi dan numerasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam […]

  • Singkat Saja, Inilah Sejarah Berdirinya Kabupaten Garut

    Singkat Saja, Inilah Sejarah Berdirinya Kabupaten Garut

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 386
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Melansir laman resmi garutkab.go.id, sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendels dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila (indigo). Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah […]

  • 5 Konsekuensi Bila Jabar Berganti Nama Menjadi Tatar Sunda atau Pasundan

    5 Konsekuensi Bila Jabar Berganti Nama Menjadi Tatar Sunda atau Pasundan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 108
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebagai warisan dan identitas budaya, orang Sunda pasti suka kesundaan disebutkan sebagai nama propinsi ketimbang “Jawa Barat” sebagai warisan administrasi kolonial. Saya saja suka walaupun bukan Sunda pituin alias blasteran Sunda-Makasaar, apalagi yang Sunda asli.   Tapi, mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Provinsi Pasundan memiliki konsekuensi yang luas, bukan […]

expand_less