Breaking News

5 Makam Keramat di Garut, Jejak Wali dan Sejarah Islam

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 52
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya memiliki pesona alam, kuliner, dan budaya yang beragam. Di balik itu, Garut juga menyimpan jejak sejarah Islam yang kuat melalui sejumlah makam tokoh yang hingga kini menjadi tujuan ziarah masyarakat.

Makam-makam tersebut bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir. Di dalamnya tersimpan cerita tentang tokoh agama, penyebaran Islam, tradisi masyarakat, serta perjalanan sejarah Tatar Garut.

Berikut 5 makam keramat di Garut yang menarik untuk diketahui:

1. Makam Godog Sunan Rohmat Suci

Makam Godog Sunan Rohmat Suci di kawasan Godog, Kecamatan Karangpawitan, merupakan salah satu tempat ziarah yang paling dikenal di Garut.

Situs ini dikaitkan dengan Raden Kian Santang atau Sunan Rohmat Suci, sosok yang dalam tradisi masyarakat setempat dikenal sebagai salah satu tokoh penyebaran Islam di wilayah Garut.

Kompleks makam yang berada di kawasan perbukitan ini hingga kini ramai dikunjungi peziarah. Selain nilai religius, kawasan Godog juga menyimpan kisah dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

2. Makam Pangeran Papak Cinunuk

Berada di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Makam Pangeran Papak menjadi salah satu situs ziarah yang dikenal masyarakat Garut.

Pangeran Papak disebut memiliki nama Raden Wangsa Muhammad dan dikenal dalam tradisi lokal sebagai salah satu tokoh penyebaran agama Islam di wilayah Garut.

Keberadaan makam ini menjadi bagian dari jejak sejarah Islam di kawasan Wanaraja sekaligus memperlihatkan kuatnya tradisi ziarah masyarakat terhadap tokoh-tokoh yang dianggap memiliki jasa dalam perkembangan keagamaan.

3. Makam Syekh Jafar Sidiq Gunung Haruman

Di kawasan Gunung Haruman terdapat makam Syekh Jafar Sidiq, yang juga dikenal dengan sebutan Sunan Haruman atau Embah Wali Cibiuk.

Sosok Syekh Jafar Sidiq dikenal dalam cerita masyarakat sebagai salah seorang tokoh penyebar Islam di wilayah Garut.

Kawasan makam dan jejak peninggalannya menjadi pengingat bahwa perjalanan Islam di Garut memiliki sejarah panjang. Tradisi ziarah yang masih berlangsung hingga sekarang ikut menjaga hubungan masyarakat dengan sejarah lokal tersebut.

4. Makam Sunan Cipancar

Makam Sunan Cipancar berada di kawasan Pasirwaru, Kecamatan Balubur Limbangan.

Makam ini menjadi salah satu tempat yang didatangi masyarakat untuk berziarah. Keberadaannya juga memperkaya daftar situs religi dan sejarah yang tersebar di wilayah Garut bagian utara.

Bagi masyarakat, tradisi ziarah bukan hanya berkaitan dengan penghormatan kepada tokoh terdahulu, tetapi juga menjadi salah satu cara mengenal kembali sejarah dan budaya daerah.

5. Makam Sembah Dalem Arif Muhammad

Makam Sembah Dalem Arif Muhammad berada di kawasan Kampung Pulo, Cangkuang, Kecamatan Leles, tidak jauh dari kompleks Candi Cangkuang.

Arif Muhammad dipercaya masyarakat sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran dalam penyebaran Islam di kawasan tersebut.

Keberadaan makam ini semakin menarik karena berada dalam kawasan yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya. Candi Cangkuang, Kampung Pulo, dan makam Arif Muhammad menjadi satu kesatuan destinasi yang memperlihatkan perjumpaan antara sejarah, tradisi, budaya, dan perkembangan Islam di Garut.

Jejak Wali yang Menjadi Warisan Garut

Lima makam tersebut menunjukkan bahwa Garut memiliki khazanah sejarah Islam yang tidak kalah menarik dibandingkan kekayaan alamnya.

Tradisi ziarah yang terus hidup menjadi bagian dari perjalanan budaya masyarakat. Namun, nilai penting situs-situs tersebut tidak hanya terletak pada label keramat, melainkan juga pada sejarah, keteladanan tokoh, tradisi masyarakat, dan jejak penyebaran Islam yang menyertainya.

Merawat makam dan situs bersejarah berarti menjaga ingatan tentang perjalanan panjang Garut. Sebab, di balik setiap makam, selalu ada cerita tentang manusia, zaman, perjuangan, dan warisan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tigarut — Menyusuri Garut, Merawat Cerita.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 674
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — PENDIRI Komunitas Ngejah Nero Taopik Abdillah mengajar anak-anak di desa Mekartani, Singajaya, Garut, Jumat 3 Februari 2017 lalu. Opik bersama sukarelawan lainnya membangun kampung literasi dengan membuat perpustakaan keliling.* Kali ini kami sampaikan cerita tentang Opik, pendiri Komunitas Ngejah di Garut. “Tahun 2010, Garut menjadi satu dari dua daerah tertinggal di Jawa Barat. […]

  • Nah Ini Dia? 5 Keindahan Laut di Garut Selatan

    Nah Ini Dia? 5 Keindahan Laut di Garut Selatan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 254
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya dikenal dengan pegunungan dan kulinernya, tetapi juga memiliki pesona laut yang menakjubkan di wilayah Garut Selatan. Daerah ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan menyimpan banyak pantai indah yang masih alami. Keindahan alam, ombak besar, serta suasana pantai yang tenang menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi. 1. […]

  • Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

    Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle SOPAAT R SELAMET
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sebuah sudut kota Garut, berdiri sebuah bangunan sederhana yang dikelilingi pepohonan rindang. Dari luar, bangunan itu tampak seperti rumah biasa, namun sesungguhnya ia menyimpan sejarah panjang: di sinilah Muhammadiyah pertama kali menancapkan pengaruhnya di Priangan Timur. Garut, yang dikenal dengan julukan “Swiss van Java”, menjadi salah satu saksi awal bagaimana gagasan pembaruan […]

  • Inilah Pasar Ceplak, Pusatnya Jajanan dan Kuliner Urang Garut

    Inilah Pasar Ceplak, Pusatnya Jajanan dan Kuliner Urang Garut

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 332
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saat berkunjung ke Garut Jawa Barat, tak lengkap jika belum datang ke pusatnya kuliner dan jajanan masyarakat setempat. Terletak di tengah kota, tepatnya di Jalan Siliwangi, Pasar Ceplak menjadi tujuan utama bagi Anda yang menyukai wisata kuliner. Mulai beroperasi mulai dari pukul 16.00-22.00 WIB, Pasar Ceplak merupakan pasar malam yang selalu ramai tiap […]

  • Membedah Arti Sebuah Nama

    Membedah Arti Sebuah Nama

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 149
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Lagi heboh Al Ghazali, anaknya Ahmad Dhani ngasih nama Soleil Zephora Ghazali. Nama itu sangat asing di telinga orang kita. Ini yang mau saya bedah, arti sebuah pemberian nama. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Di tengah ribut soal ‘Pesta Babi”, tiba-tiba lahirlah seorang bayi dengan nama Soleil Zephora Ghazali. Seketika rakyat Indonesia […]

  • Bekas Jembatan Kereta Api Bayongbong

    Bekas Jembatan Kereta Api Bayongbong

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jejak Perkeretaapian Garut yang Masih Berdiri TIGARUT.COM — Di tengah hijaunya kawasan Bayongbong, Garut, masih berdiri salah satu jejak perjalanan panjang perkeretaapian Garut: bekas jembatan kereta api Bayongbong. Jembatan ini merupakan bagian dari jalur Garut–Cikajang, yang menjadi perpanjangan dari jalur Cibatu–Garut. Jalur Cibatu–Garut sendiri mulai beroperasi pada 14 Agustus 1889, sedangkan jalur Garut–Cikajang resmi dibuka untuk […]

expand_less