Breaking News

5 Fakta Unik Gunung Sagara Garut, Puncaknya Suguhkan Talaga Bodas dan Lautan Awan

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 52
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Gunung Sagara menjadi salah satu destinasi pendakian yang semakin dikenal di Kabupaten Garut. Berada di kawasan timur Garut, gunung ini menawarkan perpaduan jalur pendakian, panorama alam, serta pemandangan Talaga Bodas dari ketinggian.

Berikut lima fakta unik Gunung Sagara yang menarik diketahui.

1. Memiliki ketinggian 2.132 mdpl

Gunung Sagara berada di Kampung Sagara, Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Dengan ketinggian sekitar 2.132 meter di atas permukaan laut (mdpl), Sagara menjadi salah satu gunung yang cukup menarik bagi para pendaki di Garut.

2. Puncaknya punya view Talaga Bodas

Salah satu daya tarik utama Gunung Sagara adalah panorama Kawah Talaga Bodas yang dapat terlihat dari puncaknya. Dari ketinggian, kawah dengan warna air putih kehijauan itu berpadu dengan bentang alam pegunungan di sekitarnya.

3. Bisa menikmati lautan awan

Selain Talaga Bodas, pendaki juga berkesempatan menyaksikan fenomena lautan awan, terutama ketika kondisi cuaca mendukung. Panorama tersebut membuat puncak Sagara kerap disebut memiliki nuansa seperti berada di atas samudra awan.

4. Memiliki dua jalur pendakian

Gunung Sagara memiliki dua jalur yang biasa digunakan pendaki, yakni via Sagara dan via Tajur. Kedua jalur tersebut berada di kawasan yang berdekatan, dengan karakter trek yang menawarkan tantangan tersendiri.

5. Disebut mirip Gunung Cikuray dalam versi lebih pendek

Keunikan lainnya, sejumlah pendaki menyebut Gunung Sagara sebagai “miniatur Gunung Cikuray” karena karakter trek menuju puncaknya dinilai memiliki kemiripan. Bedanya, Sagara memiliki ketinggian yang lebih rendah sehingga menjadi alternatif menarik bagi pencinta pendakian yang ingin menikmati panorama khas pegunungan Garut.

Gunung Sagara menunjukkan bahwa Garut tidak hanya memiliki Cikuray, Papandayan, dan Guntur. Di balik perbukitan timur Garut, Sagara menawarkan pengalaman tersendiri: mendaki hingga 2.132 mdpl, menikmati lautan awan, sekaligus menyaksikan keindahan Talaga Bodas dari atas ketinggian.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 358
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Prof. Dr. Yus Rusyana dilahirkan di Pameungpeuk, Garut Selatan, pada tanggal 24 Maret 1938. Jenjang pendidikan dasar ia lalui di Sekolah Rakyat Negeri Pameugpeuk (1946-1952).  Kekaguman terhadap sosok guru yang mengajarnya di sekolah menumbuhkan minatnya untuk berkiprah di bidang pengajaran. Ia melanjutkan pendidikan menengah di Sekolah Guru B Negeri 1 Garut (SGBN 1 Garut) […]

  • Pelantikan MUI Garut 2025-2030, Jadikan Awal Baru dan Semangat Pengembang Amanah

    Pelantikan MUI Garut 2025-2030, Jadikan Awal Baru dan Semangat Pengembang Amanah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 254
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, Melantik dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut Masa Khidmat 2025-2030, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini di hadiri juga oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Garut, […]

  • Bekas Jembatan Kereta Api Bayongbong

    Bekas Jembatan Kereta Api Bayongbong

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jejak Perkeretaapian Garut yang Masih Berdiri TIGARUT.COM — Di tengah hijaunya kawasan Bayongbong, Garut, masih berdiri salah satu jejak perjalanan panjang perkeretaapian Garut: bekas jembatan kereta api Bayongbong. Jembatan ini merupakan bagian dari jalur Garut–Cikajang, yang menjadi perpanjangan dari jalur Cibatu–Garut. Jalur Cibatu–Garut sendiri mulai beroperasi pada 14 Agustus 1889, sedangkan jalur Garut–Cikajang resmi dibuka untuk […]

  • 5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sore itu, jalanan di Garut tak seperti biasanya. Riuh suara kendang bersahut dengan tawa anak-anak, sementara derap langkah peserta kirab perlahan memenuhi ruang kota. Seorang anak kecil menarik tangan ayahnya, matanya berbinar, “Bah, ini kenapa ramai sekali?” Sang ayah tersenyum, “Ini kirab budaya, Nak—cara kita mengingat siapa kita, dari mana kita berasal.”   […]

  • Mokel, Mogok, dan Ketiduran

    Mokel, Mogok, dan Ketiduran

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 204
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sekolah Ramadhan sebentar lagi selesai. Jujur, bagi saya pribadi sebagai guru BK sekaligus working mom, Ramadhan tahun ini lumayan “ngelag”.   Energi sering naik turun. Beberapa kali bahkan sempat micro sleep di motor pulang sekolah.Alhamdulillah selamat sampai rumah   alhamdulillah juga, tidak ada kasus siswa yang terlalu berat. Sebagian besar masih bisa diselesaikan […]

  • Sengkarut Dunia Pendidikan

    Sengkarut Dunia Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan
    • visibility 136
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Versi lebih lengkap yang dimuat Kompas Online, kompas.id, Kompas, Kamis, 21 Mei 2026   Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan kebijakan yang diterapkan rezim pendidikan justru acap […]

expand_less