Breaking News
dark_mode

Qurban Etis

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Saudaraku, di setiap musim qurban, gema takbir naik bersama bau darah yang mengalir di berbagai sudut negeri. Pisau diasah, hewan direbahkan, lalu manusia merasa menunaikan kesalehan warisan Ibrahim. Namun sebagian pemikir Islam kontemporer mengajukan pertanyaan mengusik: apakah Tuhan memerlukan begitu banyak darah untuk membuktikan ketakwaan manusia?

 

Mereka tidak menolak qurban. Itu dipahami sebagai simbol pengorbanan dan solidaritas. Namun dikritik ketika berubah menjadi festival jumlah, seolah kesalehan diukur dari banyaknya hewan yang dipotong. Padahal yang sampai kepada Tuhan bukan daging dan darah, melainkan ketakwaannya.

 

Seyyed Hossein Nasr melihat krisis ini sebagai putusnya relasi sakral manusia dengan alam, saat hewan direduksi menjadi komoditas industri. Khaled Abou El Fadl menekankan ihsan: perlakuan terhadap hewan adalah bagian dari moralitas, bukan sekadar hukum.

 

Masalahnya bukan hanya kematian hewan, tetapi relasi eksploitatif modernitas: hewan hidup di kandang sempit, digemukkan seperti mesin biologis, diangkut massal, disembelih dalam antrean panjang demi memenuhi logika konsumsi dan seremoni. Belas kasih perlahan tersingkir oleh industri.

 

Qurban pun kerap menjadi tontonan. Nama Tuhan disebut tanpa keheningan batin. Bediuzzaman Said Nursi mengingatkan kasih sayang universal; hewan adalah tanda-tanda Tuhan yang tak boleh diperlakukan semena-mena.

 

Tariq Ramadan dan Farid Esack mengingatkan bahwa ritual keagamaan sepatutnya melahirkan kesadaran etis. Qurban tak cukup dimaknai sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga latihan solidaritas, pengendalian diri, keberpihakan pada yang lemah. Sementara Fazlur Rahman menegaskan bahwa inti agama terletak pada tujuan moralnya, bukan bentuk lahiriah semata.

 

Solusinya bukan menghapus qurban, melainkan mengoreksi praktiknya: etika peternakan, pengurangan konsumsi, distribusi adil, pemulihan spiritualitas. Yang dikorbankan sejatinya bukan hewan, tetapi kerakusan manusia.

 

Maka qurban bukan perayaan darah, melainkan latihan kasih sayang—bukan jumlah, namun kesadaran. Dan mungkin, di situlah maknanya: Tuhan lebih dekat pada hati yang belajar lembut pada kehidupan.

Komentar
  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi

  • Malam Jumat Kita Bahas Hamil di Luar Nikah

    Malam Jumat Kita Bahas Hamil di Luar Nikah

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kita ketemu lagi dengan malam Jumat. Kelambunya jangan dipasang dulu. Inilah malam punya banyak nama panggilan. Ada menyebut malam penuh berkah. Ada yang menyebut malam sunnah Rasul. Saatnya membaca Surah Alkahfi. Ada juga menyebut malam ketika diplomasi tingkat tinggi antara dua pihak yang telah memiliki stempel halal biasanya meningkat tajam. Bahasa kerennya hubungan bilateral. […]

  • Bupati Garut Lantik PNS Baru, Jaga Integritas dan Semangat Melayani

    Bupati Garut Lantik PNS Baru, Jaga Integritas dan Semangat Melayani

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Penyerahan Petikan Surat Keputusan (SK) Bupati Garut tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Tahun 2026.   Acara yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (06/04/2026) ini, menandai […]

  • 5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Musim arus balik sering kali beriringan dengan cuaca yang tak menentu. Hujan deras, jalan licin, hingga potensi longsor menjadi tantangan tersendiri bagi para pemudik yang kembali beraktivitas. Perjalanan menuju Garut pun membutuhkan kesiapan ekstra, bukan hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik dan kewaspadaan pengendara. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan tetap bisa […]

  • 5 Fakta Unik tentang Razia Rambut di SMKN 2 Garut

    5 Fakta Unik tentang Razia Rambut di SMKN 2 Garut

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pagi di sebuah sekolah kejuruan seperti SMKN 2 Garut sering dimulai dengan rutinitas yang tak jauh berbeda: barisan rapi, seragam lengkap, dan tatapan guru yang teliti. Namun, ada momen tertentu yang selalu menghadirkan suasana berbeda—razia rambut. Bagi sebagian siswa, ini mungkin sekadar penertiban biasa. Tapi bagi yang lain, ini bisa jadi momen mendebarkan, bahkan […]

  • Nah Ini Dia! 5 Rekomendasi Buku Filsafat Stoik yang Terbit di Indonesia

    Nah Ini Dia! 5 Rekomendasi Buku Filsafat Stoik yang Terbit di Indonesia

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah kehidupan modern yang penuh distraksi, kecemasan, dan tekanan sosial—dari target karier, algoritma media sosial, hingga tuntutan menjadi “sukses” versi siapa pun—filsafat Stoik kembali menemukan momentumnya. Stoikisme tidak menawarkan pelarian dari realitas, melainkan cara berdamai dengan realitas tanpa kehilangan martabat dan kejernihan berpikir. Kabar baiknya, beberapa karya penting Stoik kini telah diterjemahkan […]

  • Dodol Garut Aja Picnic, Yuk Liburan Ke Sini

    Dodol Garut Aja Picnic, Yuk Liburan Ke Sini

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Siapa pun yang pernah lahir, tumbuh, atau sekadar ngan saukur ngopi bari ngaku-ngaku jadi urang Garut, pasti punya hubungan emosional dengan Dodol Garut. Hubungan yang aneh tapi sah. Lengket, manis, kadang bikin capek ngunyah, tapi selalu dicari. Dodol bukan cuma makanan; ia adalah arsip ingatan kolektif. Ia menyimpan bau dapur kampung, suara kayu […]

expand_less