Breaking News

Keluar dari Kapitalisme

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • visibility 187
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Banyak yang bicara keluar dari kapitalisme, terutama dari para pemikir dan aktivis Islam. Sekarang, secara mengejutkan, Tempo Media mengangkatnya. Diantara semua media, Tempo adalah yang paling sadar dan paling waras.

Banyak yang bicara keluar dari kapitalisme, tapi harus disadari bahwa sedikit yang paham betapa dalam, kapitalisme sudah mencengkram alam pikiran kita dan sistem sosial politik kita. Betapa sudah dalam kita sudah hidup di dalamnya.

Harus dipahami sejujurnya bahwa tidak ada “pintu keluar total” dari kapitalisme dalam waktu dekat. Yang ada itu mengurangi ketergantungan dan menciptakan alternatif di dalamnya. Kalau ada yang bilang “keluar total”, biasanya itu slogan, bukan rencana kerja.

Sekarang kita jawab “keluar dari kapitalisme” itu dengan kepala dingin, bukan emosi.

Pertama, kapitalisme itu sistem bukan tombol ON/OFF

Kapitalisme bukan cuma soal uang atau perusahaan. Ia mencakup cara produksi (siapa punya alat produksi), cara distribusi (pasar bebas), dan cara berpikir (kompetisi, profit, efisiensi). Makanya, keluar dari kapitalisme itu bukan kayak pindah rumah tapi mengubah cara hidup satu ekosistem. Tokoh seperti Karl Marx dulu mengusulkan revolusi total. Tapi realitanya? Banyak percobaan justru melahirkan masalah baru.

Kedua, Ada 4 jalur realistis berupa kombinasi, bukan tunggal

1. Reformasi dari dalam

Ini paling realistis. Bukan keluar, tapi “menjinakkan” seperti pajak progresif, jaminan sosial dan regulasi korporasi. Contoh pendekatan ini dekat dengan pemikiran John Maynard Keynes. Ini yang dipakai banyak negara. Bukan anti-kapitalis, tapi kapitalisme yang dikasih rem.

2. Bangun ekonomi alternatif

Bikin sistem paralel seperti koperasi, ekonomi berbasis komunitas, sharing ekonomi yang bukan kapitalistik, bukan hanya versi aplikasi. Di sini, kepemilikan tidak terpusat. Profit dibagi. Ini cara “diam-diam keluar”, tanpa nunggu revolusi.

3. Negara mengambil peran lebih besar

Ini mendekati sosialisme, sektor vital dikuasai negara, pendidikan & kesehatan publik kuat. Tokoh seperti Friedrich Engels mendukung arah ini bersama Karl Marx. Tapi kudu hati-hati, kalau negara terlalu dominan bisa jadi birokrasi kaku atau otoriter.

4. Transformasi budaya

Ini yang paling sering dilupakan. Selama manusia masih konsumtif, penuh gengsi, hidup buat status dll, kapitalisme ya akan terus hidup, bahkan tanpa disuruh.

Perubahan terbesar justru dari perubahan gaya hidup cukup (bukan rakus), produksi bermakna (bukan sekadar profit) dan solidaritas sosial

Ekonomi Syari’ah sebagai Alternatif:
Potensi dan Tantangan

Di antara berbagai tawaran alternatif, ekonomi syari’ah sering disebut sebagai sistem yang memiliki fondasi moral dan struktural untuk keluar dari kapitalisme. Secara prinsip, ekonomi Islam menolak riba, menekankan keadilan distribusi, serta mendorong aktivitas ekonomi berbasis sektor riil. Selain itu, ia memiliki instrumen sosial seperti zakat, wakaf, dan sedekah yang berfungsi sebagai mekanisme redistribusi kekayaan.

Pemikir seperti Muhammad Baqir al-Sadr bahkan menegaskan bahwa Islam memiliki sistem ekonomi tersendiri yang tidak dapat direduksi menjadi kapitalisme maupun sosialisme. Dalam kerangka ini, ekonomi syari’ah bukan sekadar variasi, melainkan alternatif paradigma.

Namun di sinilah persoalan muncul. Dalam praktik kontemporer, banyak institusi ekonomi syari’ah justru beroperasi dalam kerangka kapitalisme global. Bank syari’ah, misalnya, sering kali tetap berorientasi pada maksimalisasi keuntungan, dengan akad-akad yang secara teknis sesuai syari’ah tetapi secara substansi masih mengikuti logika pasar kapitalistik. Akibatnya, yang terjadi adalah fenomena “formalisasi syari’ah” tanpa transformasi sistemik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa label syari’ah saja tidak cukup untuk menjadikan suatu sistem benar-benar alternatif. Jika orientasi dasarnya masih akumulasi kapital, maka perbedaannya hanya terletak pada bentuk, bukan substansi.

Agar ekonomi syari’ah benar-benar menjadi jalan keluar, diperlukan lompatan yang lebih mendasar. Pertama, ia harus melampaui sekadar pelarangan riba menuju sistem yang secara aktif mencegah eksploitasi dan ketimpangan. Kedua, instrumen seperti zakat dan wakaf harus ditempatkan sebagai pilar utama, bukan sekadar pelengkap. Dalam skala besar, pengelolaan zakat yang efektif bahkan berpotensi menjadi sistem jaminan sosial yang kuat.

Ketiga, pengembangan model usaha kolektif seperti koperasi syari’ah dan Baitul Maal wat Tamwil perlu diperkuat sebagai alternatif nyata terhadap korporasi kapitalistik. Di sini, semangat kebersamaan dan keadilan ekonomi bertemu dengan nilai-nilai spiritual.
Namun yang paling mendasar adalah perubahan mentalitas. Tanpa transformasi nilai—dari orientasi pada keuntungan menuju orientasi pada keberkahan dan keadilan—ekonomi syari’ah berisiko hanya menjadi kapitalisme dengan label religius.

Dengan demikian, ekonomi syari’ah memang memiliki potensi besar sebagai alternatif terhadap kapitalisme. Namun potensi itu baru akan terwujud jika ia mampu keluar dari bayang-bayang sistem yang ingin ia gantikan, dan benar-benar membangun tatanan ekonomi yang berakar pada keadilan, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Cara Warga Desa “Dipaksa” Belanja ke Kopdes Merah Putih

    Cara Warga Desa “Dipaksa” Belanja ke Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 73
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Satu kelebihan pemerintah, ia punya power memaksa. Mungkin selama ini Kopdes Merah Putih atau KDMP banyak jadi lelucon. “Wah, bakal jadi kopdes rumah hantu tu.” Pemerintah lalu mengeluarkan jurus mematikan, memaksa warga desa untuk belanja di Kopdes walau jaraknya jauh. Caranya? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Nuan bayangkan suatu pagi di desa. […]

  • 5 Keunikan Gunung Papandayan Garut, dari Kawah Aktif hingga Hutan Mati

    5 Keunikan Gunung Papandayan Garut, dari Kawah Aktif hingga Hutan Mati

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 95
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang kaya akan destinasi wisata alam. Dari pegunungan, air terjun, hingga pemandian air panas, Garut selalu memiliki daya tarik bagi wisatawan. Di antara berbagai destinasi tersebut, Gunung Papandayan menjadi salah satu ikon wisata alam yang paling populer dan tak pernah kehilangan pesonanya. Berada […]

  • Pemkab Garut Apresiasi Exploring IPB 2026, Cetak SDM Unggul untuk Ketahanan Pangan Daerah

    Pemkab Garut Apresiasi Exploring IPB 2026, Cetak SDM Unggul untuk Ketahanan Pangan Daerah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Garut Kota – Pemerintah Kabupaten Garut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Himpunan Mahasiswa Garut Institut Pertanian Bogor (HIMAGA IPB) yang menyelenggarakan kegiatan Exploring IPB 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (17/1/2026) ini bertujuan memperkenalkan dunia perkuliahan dan menjaring minat siswa SMA/SMK sederajat di Garut untuk melanjutkan studi ke salah […]

  • Nah Ini Dia! 5 Fakta Unik Kampung Amsterdam di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Fakta Unik Kampung Amsterdam di Garut

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 261
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Deretan fakta unik Kampung Amsterdam di Garut ini tidak boleh kamu lewatkan. Berada di kaki Gunung Cikuray, Kampung Amsterdam ini menyimpan bukti sejarah kehidupan bangsa Belanda di Kabupaten Garut. Kini, Kampung Amsterdam ini masuk dalam jajaran obyek wisata favorit yang ada di Kabupaten Garut. Simak fakta unik Kampung Amsterdam di Garut berikut ini. Fakta […]

  • Liburan ke Kebun Teh Cisaruni? Jangan Lewatkan 5 Aktivitas Ini!

    Liburan ke Kebun Teh Cisaruni? Jangan Lewatkan 5 Aktivitas Ini!

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 58
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Kebun Teh Cisaruni di Kecamatan Cikajang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan udara sejuk, panorama hijau, dan suasana tenang khas pegunungan Garut. Selain menikmati keindahan hamparan tanaman teh, pengunjung juga bisa mencoba berbagai aktivitas seru yang membuat liburan semakin berkesan. Berikut lima aktivitas yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Kebun […]

  • Syekh Abdul Jabar Cibiuk Garut, Ulama yang Jejaknya Terwariskan di Gunung Haruman

    Syekh Abdul Jabar Cibiuk Garut, Ulama yang Jejaknya Terwariskan di Gunung Haruman

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 50
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di kaki Gunung Haruman, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, terdapat kompleks pemakaman yang hingga kini menjadi salah satu tujuan ziarah masyarakat. Sebelum menuju makam Syekh Ja’far Shiddiq yang dikenal sebagai Embah Wali Cibiuk, peziarah terlebih dahulu melewati makam yang dipercaya sebagai makam Syekh Abdul Jabar. Dalam sejumlah riwayat masyarakat, Syekh Abdul Jabar juga […]

expand_less