Ada Apa Kaum Lelaki dengan Film The Godfather?
- account_circle Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIGARUT.COM — Ya. Ada apa kaum lelaki dengan film The Godfather? Saya lelaki tapi saya juga tidak tahu ada apa hubungan lelaki dengan film itu?
Atau mungkin pertanyaannya dibalik; apa ada lelaki yang belum nonton film The Godfather? Serius. Ada yang belum nonton?
Sebagai seorang lelaki dan sudah menonton mungkin 3 atau mungkin 4 kali saya bisa bilang; coba tonton saja, tidak wajib.
Kalau toh bersih keras anda tidak mau menontonnya, tidak mengapa, kejantanan anda tidak akan berkurang hanya karena tidak menonton film the Godfather
Seperti halnya anda belum baca buku Simon Sinek bukan berarti anda tidak intelek. Atau misalnya hanya karena anda tidak menonton semua tayangan YouTube Robin Sharma lantas anda tidak bijak. Atau hanya karena tidak pernah nonton One Piece anda gak punya mimpi atau karena anda tidak nonton team sepakbola Indonesia lantas anda gak mencintai negara.
Film the Godfather enggak segitunya. Hidup anda baik baik saja kalau tidak pernah menontonnya.
Tapi memang terkait film the Godfather ini dunia akan terbelah jadi dua; yang menyukainya atau tidak. Yaah, mirip durian. Kalau yang suka, suka bangeet. Kalau tidak, ya gak pernah makan.
Awalnya saya juga tidak suka, atau mungkin saya malah tidak tertarik, tidak tahu keberadaan film the Godfather itu. Ketertarikan saya itu dimulai dari lagunya Andy Williams, Speak Softly Love. Jadi bukan karena filmnya, lebih karena lagu.
Saya dengar theme song nya dulu, baru tertarik buat menonton filmnya. Sama halnya seperti True Detective, episode Matthew McConaughey, itu karena lagunya, The Handsome Family, Far From Any Road.
Nonton Film City of Angel juga demikian, karena lagunya Iris, Goo Goo Dols. Ini lagunya enak banget, setelah cari tahu ternyata soundtrak, baru deh nonton filmnya. Singkatnya seperti itu saya nonton film the Godfather.
Setelah nonton, baru saya memahami mengapa para lelaki sebegitunya pada film ini. Karena seperti yang dibilang Don Vito, “Seorang pria yang tidak menghabiskan waktu bersama keluarganya tidak akan pernah bisa menjadi pria sejati.”
Ucapan Don itu seumpama sabda bagi semua kaum lelaki yang sudah menonton nya bahwa, seorang pria yang tidak pernah menonton film the Godfather tidak akan pernah menjadi pria sejati.
Apa berlebihan? Ah tidak. Namanya juga film. Yang berlebihan itu biasanya penggemarnya.
- Penulis: Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
- Editor: SAB
