Breaking News
dark_mode

Asyiknya Bubur Garut Pasar Desa Sentolo Kuliner Tradisional Kaya Manfaat

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Bubur Garut menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih bertahan ditengah menjamurnya makanan modern. Di pasar Desa Sentolo yang berada di jalan raya Sentolo-Pengasih km.1 Sentolo Kulon Progo, Bu Sutinem setia menjajakan bubur Garut yang telah menjadi langganan masyarakat selama bertahun-tahun.

 

Setiap hari Bu Sutinem berjualan disudut pasar yang berada dipinggir jalan.. Dalam kondisi normal ia mengolah sekitar 1,5 kg tepung Garut untuk dijadikan bubur. Namun saat hari pasaran Jawa seperti Wage dan Pahing, jumlah permintaan meningkat sehingga dirinya membuat 2 kg.

 

“Setiap hari saya membuatnya 1,5 kg, kecuali kecuali pasaran Wage dan Pahing 2kg,”ujarnya, dikutip dari RRI, Minggu (26/7/2026).

Bubur garut yang dijual oleh Bu Sutinem menggunakan campuran tepung garut, santan, dan gula jawa. Setelah dimasak hingga lembut, bubur dikemas dalam porsi kecil dan dijual dengan harga Rp2.000 per bungkus sehingga terjangkau bagi semua kalangan.

 

Meski tanaman garut kini sudah mulai dibudidayakan di Kabupaten Kulon Progo, Bu Sutinem mengaku masih memperoleh tepung garut dari Purworejo, Jawa Tengah. Setiap bulan, ia membeli sekitar 50 kilogram tepung garut dengan harga kurang lebih Rp1 juta untuk memenuhi kebutuhan usahanya.

Selain memiliki cita rasa gurih dan manis, bubur garut juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Tepung garut merupakan sumber karbohidrat yang mudah dicerna sehingga baik dikonsumsi anak-anak, lansia, maupun orang yang sedang dalam masa pemulihan. Kandungan patinya juga membantu menjaga kesehatan pencernaan, bebas gluten secara alami, serta dapat menjadi sumber energi yang mengenyangkan.

Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat, bubur garut buatan Mbah Sutinem tetap menjadi pilihan banyak pembeli. Kesederhanaan rasa, harga yang terjangkau, serta manfaat kesehatannya menjadi alasan kuliner tradisional ini masih bertahan dan terus diminati hingga kini.

Komentar

Rekomendasi

  • Musrenbang Talegong: Fokus Pembangunan di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    Musrenbang Talegong: Fokus Pembangunan di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Talegong – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan monitoring pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Garut Tahun 2027, yang berlangsung di Aula Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Kamis (5/2/2026). Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa esensi pembangunan adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar lebih sehat, panjang umur, dan produktif. […]

  • Jalan Maju Norwegia

    Jalan Maju Norwegia

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, Norwegia bukan negeri yang lahir dalam kemewahan. Ia berdiri di tepi utara dunia, di antara fjord yang dalam, laut yang dingin, dan musim dingin yang panjang. Gunung-gunung membelah daratannya, sementara lahan subur terbatas. Alam tidak memberi kemudahan; alam memberi tantangan.   Sebelum dikenal sebagai negara kaya minyak, Norwegia hanyalah bangsa kecil di pinggir […]

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi dari Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi dari Gunung Papandayan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah lima keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

  • Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    “Syiar tak lagi semata diukur dari seberapa keras pelantang suara memekakkan telinga, melainkan dipindahkan ke dalam relung dada yang paling sunyi. Di Tatar Pasundan, kebenaran fiqih diyakini sungguh-sungguh di dalam hati, tapi persaudaraan tetap dipraktikkan dengan senyum di lapangan.” TIGARUT.COM — Sejak sore, suara bedug di musholla dekat rumah terus mengalun, membelah kabut tipis yang biasa […]

  • Si Kabayan Nulis Berita Maké Tools AI

    Si Kabayan Nulis Berita Maké Tools AI

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan keur diuk ngetéyép di pojok kantor média online. Manéhna keur puyeng sabab kudu nyieun tulisan panjang ngeunaan “Ekonomi Kreatif di Lembur”. Keur kitu, datang babaturanana nu sok mawa béja, Si Lamsijan. “Kabayan, naha bet pusing ngetik? Ayeuna mah aya ‘Jig jépiti’ (ChatGPT)! Manéh tinggal nanya, tulisan langsung jadi sakiceup!” ceuk Lamsijan […]

  • Talaga Bodas – Permata Tersembunyi di Garut. Ini Rutenya

    Talaga Bodas – Permata Tersembunyi di Garut. Ini Rutenya

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di balik hamparan pegunungan hijau Kabupaten Garut, tersembunyi sebuah danau kawah yang memancarkan pesona luar biasa: Talaga Bodas. Namanya berarti “danau putih,” merujuk pada warna airnya yang putih kehijauan akibat kandungan belerang yang tinggi. Tempat ini sering disebut sebagai “Ranu Kumbolo-nya Garut” karena keindahan dan suasananya yang tenang dan alami. Setibanya di lokasi, hamparan […]

expand_less