Breaking News

Mengenal Negeri yang Melahirkan Banyak Jenius Islam (1)

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 113
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Di masa kejayaan Islam dulu banyak melahirkan ilmuwan hebat. Pikiran kalian pasti ilmuwan itu banyak berasal dari Timur Tengah. Ternyata, negeri penghasil para jenius Islam zaman itu, berasal dari Uzbekistan. Negeri yang dicukur Porgugal 5-0 di Piala Dunia. Oh iya, Prancis baru saja mencukur Norwegia 4-1, lalu Irak dibantai Senegal 5-0. Mari kita ungkap negeri Uzbekistan yang oleh kanal One Path Networking dijuluki “Genius Land” negeri para jenius. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Ada sebuah ironi lucunya sudah berlangsung sangat lama. Ketika nama-nama ilmuwan Barat disebut, banyak orang langsung berdiri memberi tepuk tangan. Namun ketika nama Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, Al-Biruni, Imam Al-Bukhari, atau Imam Al-Maturidi disebut, sebagian malah mengernyitkan dahi seolah sedang mendengar nama pemain cadangan liga antarkampung.

Beginilah nasib sejarah ketika ditulis oleh para pemenang. Mereka sibuk memoles etalase sendiri, sementara lemari emas peradaban Islam dibiarkan berdebu.

Padahal, jauh sebelum Eropa menikmati masa Renaissance, dunia Islam sudah lebih dahulu menggelar pesta ilmu pengetahuan. Ketika sebagian bangsa masih sibuk mengasah pedang, para ulama Muslim justru sedang mengasah akal. Ketika sebagian kerajaan sibuk memperluas wilayah, para cendekiawan Islam memperluas cakrawala ilmu.

Salah satu panggung terbesar kejayaan itu bernama Uzbekistan.

Ya, negeri di jantung Asia Tengah ini bukan sekadar tujuan wisata dengan bangunan-bangunan biru memesona. Tanah ini pernah dijuluki “Genius Land of Islam”, sebuah negeri melahirkan para jenius hingga hari ini masih “bekerja” untuk umat manusia, meski mereka telah wafat ratusan tahun lalu.

Ironisnya, kita sering lebih bangga menghafal nama aplikasi terbaru dari mengenal orang yang meletakkan fondasi ilmu di balik teknologi tersebut.

Kalau hari ini dunia berbicara tentang algoritma, jangan lupa bapaknya adalah Al-Khawarizmi, seorang ilmuwan Muslim dari kawasan yang kini menjadi Uzbekistan. Bahkan istilah algorithm berasal dari pelafalan nama beliau dalam bahasa Latin. Tanpa jasanya, mungkin telepon pintar yang setiap hari kita usap seperti mengelus nasib itu tak akan pernah secanggih sekarang.

Lalu ada Ibnu Sina, dokter besar asal Bukhara. Karyanya, Al-Qanun fi al-Tibb, menjadi kitab kedokteran paling berpengaruh selama ratusan tahun di Timur maupun Barat. Saat sebagian dunia masih mengobati penyakit dengan takhayul, ilmuwan Muslim justru sudah menyusun metode medis yang sistematis.

Kemudian hadir Al-Biruni, ilmuwan yang menghitung jari-jari bumi dengan ketelitian luar biasa menggunakan peralatan yang sangat sederhana. Hasil perhitungannya membuat ilmuwan modern pun mengangguk kagum.

Di bidang akidah lahirlah Imam Al-Maturidi. Sementara dalam ilmu hadis muncul sosok yang namanya hampir selalu menghiasi rak kitab kaum Muslim di seluruh dunia. Beliau adalah Imam Al-Bukhari. Seorang anak dari Kota Bukhara sejak usia belasan tahun telah menghafal puluhan ribu hadis. Demi memastikan setiap sabda Rasulullah benar-benar autentik, beliau menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju Makkah, Madinah, Irak, Persia, hingga Mesir.

Hasilnya adalah Shahih Al-Bukhari, kitab hadis yang diakui sebagai kitab paling sahih setelah Al-Qur’an oleh mayoritas ulama.

Nuan bayangkan. Setiap hari, jutaan Muslim membaca hadis dari kitab beliau. Artinya, pahala ilmu itu terus mengalir tanpa henti. Inilah “investasi abadi” yang tak pernah mengenal inflasi.

Islam pertama kali memasuki kawasan ini pada abad ke-8 melalui panglima Qutaybah bin Muslim dari Dinasti Umayyah. Bukhara dan Samarkand kemudian berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Masjid, madrasah, perpustakaan, hingga observatorium berdiri megah, bukan untuk memamerkan kekuasaan, melainkan untuk memuliakan ilmu.

Di sanalah tampak sebuah pelajaran besar yang kadang terlupakan. Dalam Islam, ilmu bukan sekadar jalan mencari pekerjaan. Ilmu adalah jalan menuju Allah.

Karena itulah astronomi berkembang untuk menentukan waktu salat dan arah kiblat. Matematika berkembang untuk menghitung zakat dan pembagian warisan. Geografi berkembang demi memudahkan perjalanan ibadah. Sains tidak pernah diposisikan sebagai musuh agama, melainkan sebagai sahabat yang berjalan berdampingan dengan wahyu.

Betapa kontras jika dibandingkan dengan sebagian elite politik masa kini begitu bangga memamerkan proyek beton, tetapi sering lupa, membangun manusia jauh lebih penting dari membangun gedung. Jalan raya memang bisa menghubungkan kota, tetapi hanya ilmu yang mampu menghubungkan sebuah bangsa dengan masa depannya.

Uzbekistan membuktikan, kejayaan sebuah negeri tidak lahir dari banyaknya baliho pemimpin, melainkan dari banyaknya ulama, guru, ilmuwan, dan pelajar yang memenuhi masjid serta madrasah. Sejarah tidak pernah mencatat sebuah bangsa menjadi besar karena paling ramai berdebat di mimbar politik. Sebaliknya, sejarah selalu mengenang bangsa yang menjadikan ilmu sebagai mahkota peradabannya.

Maka, jika hari ini kita ingin mengembalikan kejayaan umat, resepnya sebenarnya sudah ditulis oleh sejarah Uzbekistan lebih dari seribu tahun lalu. Dekatkan ilmu dengan iman, muliakan para ulama, hormati para guru, dan jadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan.

Sebab ketika iman memimpin akal, lahirlah peradaban yang menerangi dunia. Uzbekistan adalah salah satu bukti paling megah, Islam tidak hanya melahirkan orang-orang saleh, tetapi juga melahirkan para jenius yang mengubah sejarah umat manusia.

Nantikan kelanjutannya esok ya, jauh lebih seru.

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Asyik! Garut Gulirkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026

    Asyik! Garut Gulirkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Prioritaskan 109 Desa yang Belum Terjangkau   TIGARUT.COM – Kabar baik bagi lulusan SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Garut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali mempersiapkan pelaksanaan Program Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana Tahun Anggaran 2026. Program ini akan memprioritaskan 109 desa dan kelurahan yang hingga kini belum memiliki penerima manfaat.   Persiapan pelaksanaan program […]

  • Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 317
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut merupakan salah satu destinasi populer di Jawa Barat yang selalu dipenuhi wisatawan, pasalnya, Garut memang menawarkan ragam pilihan destinasi wisata. Panorama perbukitan yang indah, budaya yang kental, hingga sektor ekonomi kreatif yang mengagumkan, menjadi daya tarik utama kota yang dijuluki juga Swiss van Java ini. Kepopuleran Garut tentunya dipengaruhi juga oleh aksesnya yang […]

  • Asal Usul Bungbulang Garut Menurut Cerita Rakyat 

    Asal Usul Bungbulang Garut Menurut Cerita Rakyat 

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 31
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di wilayah selatan Kabupaten Garut, nama Bungbulang telah lama dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan cerita rakyat. Walaupun hingga kini belum ditemukan naskah kuno yang secara pasti menjelaskan asal-usul nama Bungbulang, masyarakat setempat mewariskan kisah-kisah yang hidup secara turun-temurun. Cerita tersebut menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bungbulang.   Cerita rakyat yang […]

  • Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

    Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 81
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya kaget, saat Muhammadiyah menyatakan, program MBG itu lebih banyak mudharatnya. Kalau ingat gerombolan Haji Dadan cs, ada benarnya. Berani kali ormas besar Islam ini ya. Tak takut kah sama Prabowo? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Publik tahu MBG, program kebanggaan Prabowo. Program yang dipromosikan seperti ramuan sakti campuran jamu, serum Avengers, […]

  • Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Pembukaan Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jawa barat, yang dilaksanakan di Stadion Dalem Bintang SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (23/5/2026). Bupati Garut menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi secara rutin sebagai langkah strategis dalam menjaring bibit-bibit unggulan. Ajang yang menjadi wadah bagi para atlet muda ini […]

  • Nah Ini Dia! 5 Kopi Lokal Khas Garut yang Wajib Kamu Coba

    Nah Ini Dia! 5 Kopi Lokal Khas Garut yang Wajib Kamu Coba

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 758
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut tidak hanya dikenal dengan dodol dan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki kekayaan kopi lokal dengan karakter rasa yang khas. Berada di kawasan pegunungan dengan tanah vulkanik yang subur, Garut menjadi rumah bagi berbagai varietas kopi berkualitas tinggi. Berikut adalah 5 kopi lokal dari Garut yang patut mendapat perhatian para pecinta kopi. 1. […]

expand_less