Breaking News

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 102
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Kita lanjutkan cerita Taufik Hidayat yang ini (bukan yang itu). Saya sudah beberkan kekejaman monster berwajah manusia ini sebelumnya. Sekarang, ada baiknya kita mengenal psikopat ini lebih dalam lagi. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Taufik Hidayat, monster berwajah manusia berusia 30 tahun. Ia lahir 14 Juni 1996 di Bandung. Ia telah mengubah hidup Yuvita Tri Rezeki menjadi neraka abadi. Lelaki dari Kampung Tegalame RT 05/RW 07, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung ini bukan sekadar pelaku kekerasan biasa. Ia adalah iblis bertubuh daging, seorang psikopat patologis murni yang menyembunyikan jiwa predator di balik senyum pacar manis.

 

Akang/teteh bayangkan kegilaan ini. Bertemu Yuvita di sebuah konser musik tahun 2023. Dalam waktu singkat ia sukses menaklukan hati Yuvita. Siapa sangka lelaki yang membuatnya klepek-klepek itu adalah monster. Yuvita disekap selama hampir tiga tahun di kos-kosan kumuh yang terus dipindah-pindahkan di Cileunyi.

 

Tiga tahun! Bukan hitungan hari, tapi 1.000 hari lebih siksaan tanpa henti. Hebatnya aksi bejatnya tidak diketahui warga. Anehnya juga orang tua atau keluarga Yuvita seperti kehilangan jejak. Di sini, Taufik tak sekadar kejam, juga licik dan cerdik.

 

Taufik pernah menjadi debt collector ulung. Mungkin dari profesi ini jiwa biadabnya tumbuh. Ia memukul, menendang, menghantam menggunakan benda tumpul, dan menyayat dengan senjata tajam. Ia menghancurkan wajah Yuvita hingga buta permanen, tulang-tulang retak, kulit robek. Tubuh perempuan 29 tahun itu menjadi kanvas penuh luka menganga yang tak pernah sembuh.

 

Ini bukan amarah sesaat. Ini adalah pesta sadisme yang direncanakan dengan dingin oleh jiwa mati, jauh dari Tuhan. Taufik tidak hanya menyiksa fisik, ia menghancurkan jiwa. Mengisolasi korban total dari keluarga, memutus segala komunikasi, menjadikan Yuvita budak pribadinya yang tak boleh melawan. Ia merampok habis-habisan. Motor, ponsel, laptop, emas, tabungan BPJS, bahkan tega menggunakan identitas Yuvita untuk membobol pinjaman online. Sementara korban meringkuk kesakitan di pojok kamar, monster ini tertawa menikmati hasil jarahan.

 

Psikolog mana pun akan muntah melihat profilnya. Pola klasik pelaku kekerasan berantai. Dulu ia sudah menyiksa mantan istrinya dengan kejam, meski belum sampai level kegilaan ini. Setelah bebas dari penjara karena kasus penganiayaan sebelumnya, ia tak berubah. Justru semakin haus darah. Debt collector yang terbiasa mengintimidasi orang demi uang, menemukan kenikmatan tertinggi saat menghancurkan seorang perempuan yang pernah mempercayainya. Ini bukan manusia dengan trauma masa lalu yang butuh bantuan. Ini adalah binatang buas berakal yang sengaja memilih jalan kegelapan. Ia melihat perempuan sebagai objek kepemilikan yang boleh dihancurkan, diinjak, dan dibuang seperti sampah.

 

Nuan bayangkan rasa sakit Yuvita setiap hari. Setiap pukulan yang mendarat, setiap sayatan yang mengoyak daging, setiap malam kesepian dalam kegelapan buta. Sementara Taufik tidur nyenyak dengan perut kenyang hasil rampokan. Sungguh jiwa yang begitu hitam, begitu busuk, hingga neraka pun mungkin malu menerimanya.

 

Kemarin, 23 Juni 2026, ia akhirnya ditangkap di Majalaya setelah buron. Tapi tangkapan itu terlambat. Luka yang ia tinggalkan sudah terlalu dalam, terlalu keji, terlalu tak termaafkan.

 

Jika Taufik berdiri di depanmu sekarang, rasanya tangan ingin langsung meremas wajahnya, menghantam tulang-tulangnya hingga retak seperti yang ia lakukan pada Yuvita. Kita semua seharusnya bergidik muak. Muak pada monster ini yang mencemarkan nama Bandung, mencemarkan nama laki-laki, dan mencemarkan kemanusiaan.

 

Taufik adalah aib terbesar abad ini. Semoga hukum menghantamnya dengan amarah setara siksaan yang ia berikan. Karena makhluk seperti dia pantas merasakan setiap jenis penderitaan, setiap jenis kesakitan, dan setiap jenis kehancuran yang pernah ia timpakan. Tanpa ampun. Tanpa belas kasih. Selamanya.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Demi Menyelamatkan Anggaran, PPPK akan Dikorbankan

    Demi Menyelamatkan Anggaran, PPPK akan Dikorbankan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 172
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Berembus kuat, akan ada PHK massal untuk pegawai PPPK. Mereka dipandang paling rasional untuk “dikorbankan” demi penyelamatan anggaran. Benarkah demikian? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Semua bermula dari sebuah mahakarya kebijakan bernama UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Isinya sederhana, elegan, dan mematikan. Belanja pegawai maksimal 30% dari […]

  • Inilah Pengurus PWRI 2026-2031, Bupati Garut: Pensiun Bukan Halangan Berkontribusi bagi Bangsa

    Inilah Pengurus PWRI 2026-2031, Bupati Garut: Pensiun Bukan Halangan Berkontribusi bagi Bangsa

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 264
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Garut Kota – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi mengukuhkan Pengurus Persatuan Wreda Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Garut Masa Bakti Tahun 2026-2031. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (22/1/2026). Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para pensiunan Aparatur Sipil Negara […]

  • Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 165
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Rocky Gerung, pengkritik Prabowo yang sangat tajam tapi dengan ringan dan tanpa beban hadir ke istana, salaman dengan Prabowo dan ketawa bersama di pelantikan sahabatnya Jumhur Hidayat. Itu menunjukkan konsistensi dia selama ini.   Rocky dikonstruk sebagai liberal. Dia membenarkan. Dia bilang, makanya saya bebas kemana pun saya pergi, karena liberal adalah orang yang […]

  • Asal-Usul Kandang Wesi Garut: Antara Sejarah dan Cerita Rakyat

    Asal-Usul Kandang Wesi Garut: Antara Sejarah dan Cerita Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 132
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di wilayah selatan Kabupaten Garut terdapat sebuah kawasan yang dikenal dengan nama Kandang Wesi. Nama ini telah dikenal sejak lama dan masih menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat. Namun, hingga kini belum ditemukan sumber sejarah primer yang secara pasti menjelaskan bagaimana nama Kandang Wesi pertama kali muncul. Oleh karena itu, asal-usulnya lebih banyak hidup […]

  • Pemkab Garut Apresiasi Exploring IPB 2026, Cetak SDM Unggul untuk Ketahanan Pangan Daerah

    Pemkab Garut Apresiasi Exploring IPB 2026, Cetak SDM Unggul untuk Ketahanan Pangan Daerah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Garut Kota – Pemerintah Kabupaten Garut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Himpunan Mahasiswa Garut Institut Pertanian Bogor (HIMAGA IPB) yang menyelenggarakan kegiatan Exploring IPB 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (17/1/2026) ini bertujuan memperkenalkan dunia perkuliahan dan menjaring minat siswa SMA/SMK sederajat di Garut untuk melanjutkan studi ke salah […]

  • Om Zein, Jangan Buka Lagi Aib yang Sudah Allah Tutupi

    Om Zein, Jangan Buka Lagi Aib yang Sudah Allah Tutupi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Adrian | Perdana.Asia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Tidak banyak pejabat yang berani meminta maaf. Karena itu, sikap Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein yang menyampaikan permohonan maaf patut dihargai.   Beliau juga telah menjelaskan bahwa lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat merupakan refleksi atas masa lalunya, bukan dimaksudkan untuk merendahkan perempuan. Penjelasan itu penting agar publik memahami konteks lahirnya lagu […]

expand_less