Siti Nurbaya karya Marah Rusli adalah novel klasik Indonesia yang merekam tragedi cinta dalam pusaran adat dan kekuasaan uang. Kisah Siti Nurbaya dan Samsulbahri bukan sekadar romansa, melainkan kritik sosial terhadap praktik kawin paksa, feodalisme, dan ketimpangan kelas pada awal abad ke-20.
Dengan latar Minangkabau yang kuat, Marah Rusli menghadirkan konflik batin antara cinta, bakti kepada orang tua, dan tekanan tradisi. Bahasa yang mengalir dan emosi yang tajam menjadikan novel ini refleksi tentang harga yang harus dibayar ketika martabat manusia dikorbankan demi kehormatan semu.
Novel ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan memilih adalah hak dasar setiap insan.


