Breaking News

Ilmu dan Istri

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Ilmu tertinggi seorang istri adalah ilmu mentaati suami. Tahu satu hadits tentang taat pada suami dan mengamalkannya sepenuh hati, lebih utama dari kuliah sampai S3 tapi malah jadi merendahkan suami.

 

Sekolah dan pendidikan bagi perempuan yang tidak menjadikannya taat pada suaminya adalah pendidikan tidak bermakna. Anugrah tertinggi bagi orang beriman adalah ridha Allah dan ridha Allah pada seorang istri ada pada ridha suaminya.

 

Ilmu tertinggi bagi perempuan muslimah adalah ilmu taat pada suami. Sederhana, tapi mayoritas perempuan gagal.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 221
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini. 1. Membersihkan dan Menghias Rumah Menjelang Imlek, masyarakat biasanya […]

  • Aksi Mitigasi Bencana, Polisi Tanam 500 Pohon di Batu Lempar

    Aksi Mitigasi Bencana, Polisi Tanam 500 Pohon di Batu Lempar

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 223
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana longsor dan banjir, jajaran Kepolisian Polres Garut melakukan penanaman pohon dikawasan wiaata Batu Lempar, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Minggu, (11/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 pohon alpukat ditanam di sejumlah titik yang dinilai rawan longsor dan banjir. “Pemilihan pohon alpukat bukan tanpa alasan, karena tanaman […]

  • Bupati Garut Lantik PNS Baru, Jaga Integritas dan Semangat Melayani

    Bupati Garut Lantik PNS Baru, Jaga Integritas dan Semangat Melayani

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 163
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Penyerahan Petikan Surat Keputusan (SK) Bupati Garut tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Tahun 2026.   Acara yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (06/04/2026) ini, menandai […]

  • Hasan Mustofa: Penghulu, Pujangga, dan Jiwa Sunda yang Berpikir

    Hasan Mustofa: Penghulu, Pujangga, dan Jiwa Sunda yang Berpikir

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 752
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tanah Garut yang dingin dan subur oleh doa serta kabut, lahirlah seorang lelaki yang kelak menjadi jembatan antara langit spiritual Islam dan bumi budaya Sunda. Namanya Raden Haji Hasan Mustofa—lebih dikenal sebagai Hasan Mustofa, seorang penghulu, ulama, sekaligus pujangga yang menulis dengan hati dan berpikir dengan akar. Ia tidak lahir sebagai tokoh […]

  • Mengapa Garut Dijuluki Kota Dodol? Ini Alasannya, Ya

    Mengapa Garut Dijuluki Kota Dodol? Ini Alasannya, Ya

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 549
    • 0Komentar

    TIGARUT,COM — Jika menyebut Garut, banyak orang Indonesia spontan menjawab: dodol. Bukan gunungnya dulu, bukan pantainya, apalagi macet jalurnya saat libur panjang. Julukan Garut Kota Dodol telah menjadi identitas kultural yang menempel kuat, bahkan lebih populer daripada slogan resmi daerah. Namun, julukan ini tidak muncul begitu saja. Ia lahir dari sejarah panjang industri rumahan, kreativitas […]

  • 5 Alasan Stop Normalisasi Panggilan Gelar dan Profesi di Grup Sosial

    5 Alasan Stop Normalisasi Panggilan Gelar dan Profesi di Grup Sosial

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 194
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di era percakapan digital, grup WhatsApp, Telegram, hingga komunitas media sosial telah menjadi ruang baru untuk membangun relasi. Namun, ada satu kebiasaan yang kerap dianggap lumrah, padahal diam-diam menciptakan jarak sosial: memanggil seseorang dengan gelar akademik atau profesinya secara berlebihan di ruang informal. Panggilan seperti “Pak Dokter”, “Bu Dosen”, “Pak Haji”, “Bos Pengacara”, atau […]

expand_less