Breaking News

Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • visibility 368
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Jika persimpangan bisa berbicara, Simpang Lima Garut mungkin sudah lelah bercerita. Setiap hari ia menelan klakson, langkah kaki, teriakan pedagang, dan deru mesin kendaraan. Namun sedikit yang tahu, persimpangan ini adalah salah satu saksi paling setia perjalanan sejarah Kota Garut.

Jauh sebelum lampu lalu lintas berdiri dan kemacetan menjadi rutinitas, Simpang Lima sudah ada sebagai titik temu jalan-jalan penting sejak masa kolonial Belanda. Di sinilah arus manusia, barang, dan kepentingan bertabrakan—lalu menyatu.

Nama “Simpang Lima” bukan sekadar sebutan. Lima arah jalan yang bertemu di kawasan ini menjadikannya pusat pergerakan kota sejak dulu. Dari sini orang pergi ke pasar, kantor pemerintahan, permukiman, hingga keluar kota. Garut bergerak, Simpang Lima yang pertama merasakannya.

Selepas kemerdekaan, wajah Simpang Lima berubah tanpa kehilangan jiwanya. Toko-toko bermunculan, angkutan umum berhenti silih berganti, pedagang kaki lima menggelar dagangan. Tempat ini bukan lagi sekadar jalan, melainkan ruang hidup ekonomi rakyat.

Hari ini, Simpang Lima dikenal sebagai titik padat lalu lintas. Banyak orang mengeluh macet, tapi tetap melewatinya. Tanpa sadar, mereka sedang melintasi sejarah yang masih bernapas—bukan lewat prasasti atau monumen, melainkan lewat aktivitas yang tak pernah berhenti.

Tak ada patung pahlawan di Simpang Lima. Tak ada papan penjelasan sejarah. Namun setiap pagi, siang, hingga malam, tempat ini terus bekerja: menghubungkan masa lalu dan masa kini.

Simpang Lima Garut mungkin tak pernah masuk buku sejarah resmi. Tapi selama kota ini hidup, persimpangan ini akan terus menjadi saksi—diam, sibuk, dan setia di tengah perubahan zaman.***

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 195
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya pernah mendampingi seorang siswa laki-laki.   Kalau dilihat sekilas, orang akan cepat memberi label: “emosian”, “pembangkang”, bahkan “bermasalah”.   Dia mudah sekali meledak. Hal kecil bisa jadi besar.   Pernah suatu kali, hanya karena temannya ingkar janji, dia langsung marah besar… bahkan sampai mengancam lewat pesan.   Di waktu lain, dia terlibat perkelahian— […]

  • Program BK

    Program BK

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 83
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — STOP jangan lagi bikin program BK cuman ganti tahun ajaran saja…. Ada cara lebih mudah…. aku punya contekannya….   Sekarang sudah gak bingung lagi diburu-buru beresin program BK…   Perlu kita pahami bersama bahwa sampai saat ini memang tidak ada panduan teknis yang benar-benar baku atau menyeragamkan bentuk administrasi BK di semua sekolah. […]

  • Bukit Pasir sebagai Benteng Alami dari Hempasan Tsunami 2.10 Play Button

    Bukit Pasir sebagai Benteng Alami dari Hempasan Tsunami

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle T. Bachtiar, Penulis dan Geolog
    • visibility 1.415
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Samudra Hindia yang membentang luas, seolah berujung di cakrawala, tempat bersalamannya kaki langit dan permukaan laut. Di cakrawala sebelah timur, matahari terbit dan di cakrawala sebelah matahari terbenam, dapat disaksikan setiap menjelang pagi dan pada rembang petang. Kemunculan matahari dan tenggelamnya matahari di cakrawala, menjadi atraksi alamiah yang selalu diburu para wisatawan. Pendataan […]

  • Asyiknya Festival Layang-Layang di Garut, Langit Papandayan Dipenuhi Warna dari Berbagai Negara

    Asyiknya Festival Layang-Layang di Garut, Langit Papandayan Dipenuhi Warna dari Berbagai Negara

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 136
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM– Langit biru di kaki Gunung Papandayan berubah menjadi panggung raksasa yang dipenuhi warna-warni layang-layang. Festival Layang-Layang Internasional Garut 2026 menghadirkan suasana meriah yang memadukan keindahan alam pegunungan, kreativitas seni, dan semangat persahabatan antarbangsa.   Digelar di kawasan Agrowisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, festival ini menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Peserta dari sedikitnya […]

  • Hore! Jumlah Kopi Shop Indonesia Terbanyak di Dunia, Lho

    Hore! Jumlah Kopi Shop Indonesia Terbanyak di Dunia, Lho

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Neila Fithriana
    • visibility 274
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Indonesia mencatatkan pencapaian mengejutkan di industri gaya hidup global. Berdasarkan data lembaga riset internasional di sektor makanan dan minuman, jumlah coffee shop di Indonesia disebut menjadi yang terbanyak di dunia, melampaui negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China. Menurut postingan Instagram Specialty Coffee Association of Indonesia @aksi_scai data yang terekam untuk riset industri […]

  • Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI

    Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kementerian Agama menegaskan pentingnya menghidupkan kembali spirit perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai fondasi penguatan moderasi beragama, transformasi pesantren, dan penguatan kebangsaan di tengah tantangan sosial keagamaan saat ini.   Penegasan tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI bertema The Mastermind of Movement: Mengupas Tuntas Seni […]

expand_less