Breaking News

Bahagianya Sepasang Sandal dari Garut Digunakan Charlie Chaplin

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 247
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Setelah menginap di Bandung, rombongan Charlie Chaplin melanjutkan perjalanan menuju Garut, 25 Maret 1936. Charlie dalam kunjungannya ke Pulau Jawa yang kedua kali tersebut ditemani oleh Paulette dan ibunya, Alta Mae Goddard. Sejak mendarat di Cililitan Batavia, mereka melakukan perjalanan menggunakan mobil melewati Puncak.

Lagi-lagi, Hotel Preanger menjadi tempat singgah Chaplin sekaligus menginap. Dalam kunjungan pertamanya ke Bandung tahun 1932, Chaplin ditemani oleh saudaranya, Sydney. Saat singgah di Bandung, keduanya membersihkan diri dan makan malam di hotel yang dibangun melalui sentuhan arsitek terkenal, Wolff Schoemaker.

Keindahan hotel saat itu membuat Chaplin terpesona. Hal ini sepertinya yang membuatnya kembali memilih Hotel Preanger saat mengunjungi Bandung untuk kedua kali di tahun 1936.

Dalam kunjungan yang kedua kali tersebut, rombongan sempat berkeliling Kota Bandung dan mengunjungi Kawah Tangkuban Perahu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Garut.

Di Kabupaten sebelah timur Bandung ini, Chaplin terpesona oleh keindahan Kawah Kamojang. Keindahan Kamojang membuat aktor kelahiran 1889 itu berniat untuk kembali ke Hindia Belanda. Niat ini akhirnya tidak pernah terlaksana.

Pengalaman buruk saat menggunakan kereta api antara Cibatu-Yogyakarta di kunjungan pertama benar-benar membuat Chaplin kapok untuk menggunakan kereta api. Di tahun 1936, rombongan menggunakan mobil melewati daerah-daerah di Pulau Jawa.

Perjalanan menggunakan mobil ternyata sangat mereka sukai. Dalam wawancara di Hotel Dieng di Wonosobo, Chaplin mengungkapkan bahwa Paulette dan Alta Mae sangat menyukai perjalanan yang mereka lakukan. Mereka bisa menikmati pemandang indah Pulau Jawa yang tenang dan damai, dengan tanaman dan pepohonan yang beraneka ragam.

“Saya dapat meyakinkan Anda, bahwa kami menikmati setiap menit sepanjang hari dalam perjalanan kami,” ujar aktor yang baru saja merilis film berjudul Modern Times kepada wartawan De locomotief.

Paulette yang saat itu berusia 26 tahun sangat menikmati perjalanan, sekaligus memperhatikan kehidupan masyarakat yang dilihatnya. Dalam wawancaranya, Chaplin menjelaskan, dia dan Paulette juga sangat tertarik dengan kondisi kehidupan sosial dan ekonomi di Hindia Belanda saat itu. Bintang film terkenal ini bercerita, bagaimana mobil yang mereka tumpangi sempat berhenti dalam perjalanan antara Garut dan Wonosobo.

Mobil tersebut berhenti setelah berpapasan dengan pribumi yang sedang memikul sesuatu. Dengan penasaran, Paulette turun dari mobil dan sempat mencoba untuk merasakan  apa yang dilakukan oleh pribumi tersebut. Paulette kagum dengan perjuangan pribumi tersebut setelah mencoba untuk mengangkat sendiri pikulan dan gagal karena terlalu berat.

Sebelum meninggalkan Garut menuju Wonosobo, Paulette sempat membeli sepasang sandal di Garut. Sandal tersebut merupakan sandal kulit biasa tanpa penutup tumit. Sandal seharga 1 gulden tersebut dipakai selama rombongan menginap di Hotel Dieng. Kepada wartawan, Paulette memuji sandal buatan Garut itu karena nyaman dipakai, bersih, dan menyehatkan.

“Sandal ini sangat bersih dan menyehatkan,” ungkap Paulette.

 

(Writer: Hevi Abu Fauzan)

 

Referensi:

Charley en Paulette op Tjililitan: Gezelschap doorgereisd naar Bandoeng. Bataviaasch Nieuwsblad. Edisi 23 Maret 1936.

Lisa Stein Haven. 2014. Charlie Chaplin: A Comedian Sees The World. Columbia: University of Missouri Press. Halaman 184.

Bewonderaar van Kamodjan, De Indische Courant. Edisi 30 Maret 1936.

Chariie Verrukt van Indie Vooral van Mangistans: Een Gemoedelijk Interview met den Filmheld in de Koelte en het Comfort van Diëng-Hôtel. De locomotief. Edisi 28 Maret 1936.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Nuzulul Qur’an di Garut

    Nuzulul Qur’an di Garut

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Momentum Memperkuat Iman dan Kebersamaan Umat TIGARUT.COM — Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di berbagai daerah, termasuk di Garut. Setiap memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, masyarakat Garut memaknai peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai waktu untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan. Di berbagai masjid dan musala, peringatan Nuzulul […]

  • Wakil Bupati Garut Putri Karlina Targetkan PKL Naik Kelas

    Wakil Bupati Garut Putri Karlina Targetkan PKL Naik Kelas

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Garut Putri Karlina meninjau Garut Plaza di Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota (27/2/2026) untuk memastikan kesiapan Bazar Ramadan sekaligus merelokasi pedagang kaki lima dari Jalan Ahmad Yani ke dalam gedung guna menata kota dan menggerakkan ekonomi warga. Putri Karlina menemukan lantai dua pusat perbelanjaan tersebut masih didominasi ruang kosong yang belum dimanfaatkan secara […]

  • Naasnya Si Kue Nastar Pas Lebaran

    Naasnya Si Kue Nastar Pas Lebaran

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, penulis Leupas
    • visibility 197
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada satu fase dalam hidup yang terasa seperti eksperimen psikologi tanpa kita sadari: Lebaran sebelum menikah. Kita datang sebagai tamu, pulang sebagai… tersangka (setidaknya di batin sendiri). Di antara semua variabel sosial—basa-basi, pertanyaan “kapan nyusul?”, hingga strategi duduk agar tidak terlalu dekat dengan om yang cerewet—ada satu objek kecil yang diam-diam mengendalikan alur cerita: […]

  • Guru BK

    Guru BK

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 103
    • 0Komentar

    “Bu… kok anak-anak yang ke ruang BK bisa cerita banyak sama ibu? Kalau di rumah saya ditanya malah jawabnya ‘gak apa-apa’.”   Percaya nggak…   Pertanyaan itu sering banget aku dengar dari orang tua.   Dulu aku juga sempat berpikir, jangan-jangan memang remaja itu susah diajak ngobrol.   Tapi setelah bertahun-tahun mendampingi anak SMP dan […]

  • Gowes, Gen Z, dan Garut: Ketika Sepeda Jadi Gaya Hidup!

    Gowes, Gen Z, dan Garut: Ketika Sepeda Jadi Gaya Hidup!

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 255
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di Garut, sepeda bukan lagi sekadar kendaraan menuju warung atau sawah. Ia telah naik kasta menjadi simbol “kalcer”: lifestyle yang memadukan olahraga, nongkrong, konten Instagram, dan tentu saja—ngopi setelah tanjakan. Anak Gen Z Garut kini tidak cuma mengejar Wi-Fi kencang, tapi juga cadence stabil dan heart rate yang “aman terkendali”. Fenomena ini bukan […]

  • 5 Tips Jitu Aman dari Pungli di Pantai Garut

    5 Tips Jitu Aman dari Pungli di Pantai Garut

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 178
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Libur ke pantai selatan Garut seperti Santolo, Sayang Heulang, dan Rancabuaya memang selalu menggoda. Namun di tengah ramainya wisatawan saat Lebaran, isu pungutan liar (pungli) kembali jadi sorotan, terutama setelah viral dugaan tarif tak jelas di Pantai Sayang Heulang. Pemkab Garut bahkan sedang menyiapkan e-ticketing untuk meminimalkan praktik tersebut.   5 tips jitu agar […]

expand_less