Ritel Fesyen Sungguh Sangat Menarik Hati
- account_circle Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- print Cetak

Ilustrasi Tukang Ngaput (Foto: Freepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIGARUT.COM — Baca laporan dari McKinsey tentang masa depan industri retail fashion 2026 memang sangat menarik.
Berbekal laporan yang kaya gini saja, biasanya bikin orang jadi paling tahu masa depan. Paling pintar bernubuat. Dan kita sebagai orang paling bisa berdecak kagum; Oh ya? Akan seperti itu?
Tahun kemarin, 2024 saya dengar ada seseorang meramalkan bahwa nanti di setiap toko busana muslim itu akan ada sebuah mesin yang menyajikan hologram, jadi orang itu seperti langsung coba baju gitu, try on tapi pakai hologram, mungkin hologram kejauhan katanya bisa dimulai dari web.
Kenyataannya jauh panggang dari api. Web tidak ada, hologram apalagi. Padahal udah setahun, tapi gak kejadian. Tahun depan, saya kira ramalan bakal begitu juga, bahkan lebih canggih.
Tidak keliru, namanya juga ramalan, pasti ada melesetnya. Tapi ya kalau ramalan 100 % meleset mending bikin cerpen saja sih ketimbang laporan dan dipresentasikan.
Biasanya begitu, karena berbekal laporan semacam McKinsey ini, yang objeknya itu penduduk Eropa, US, overall memang ada Asia tapi kemudian dipaksakan buat meneropong masyarakat Indonesia yang mungkin dalam beberapa hal belum maju. Jadinya, wagu.
Baiknya laporan dari McKinsey ini jadi referensi pendukung aja, bukan jadi sumber primer, sebagai pembanding. Nampaknya kontekstualisasi masih jadi kemampuan yang lumayan penting untuk riset dan itu basic. Kalau tingkat kontekstualisasi dan filtering anda rendah biasanya anda semakin cepat memakan omongan orang. Pakai istilah inggris aja, anda akan langsung bilang; keren. Padahal isinya kosong.
Oh ya, tapi laporan McKinsey ini emang bagus, maksudnya bagaimana mereka meramu data dan menyajikannya itu keren banget.
- Penulis: Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
- Editor: SAB
