Breaking News

Cara Warga Desa “Dipaksa” Belanja ke Kopdes Merah Putih

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 73
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Satu kelebihan pemerintah, ia punya power memaksa. Mungkin selama ini Kopdes Merah Putih atau KDMP banyak jadi lelucon. “Wah, bakal jadi kopdes rumah hantu tu.” Pemerintah lalu mengeluarkan jurus mematikan, memaksa warga desa untuk belanja di Kopdes walau jaraknya jauh. Caranya? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Nuan bayangkan suatu pagi di desa. Tiba-tiba semua jalan ekonomi berubah seperti jalan satu arah. Mau beli pupuk subsidi? Ke Kopdes Merah Putih. Mau ambil LPG 3 kilogram? Ke Kopdes Merah Putih. Mau beras SPHP, PKH, bantuan tunai, alsintan, bahkan bayar listrik dan telepon? Jawabannya tetap sama, Kopdes Merah Putih. Rasanya seperti sedang bermain monopoli, tetapi semua petaknya berujung di satu kotak.

Pada 12 Juli 2026, sekitar 20.000 peserta memadati Indonesia Arena GBK Jakarta dalam Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya.” Di hadapan Presiden Prabowo dan para menteri, Kopdes Merah Putih dipuja bak penyelamat ekonomi desa. Sudah terbentuk sekitar 30 ribu unit, ditargetkan menjadi 40 ribu unit pada akhir 2026, lalu bertahap mencapai 80 ribu unit di seluruh Indonesia. Targetnya tidak main-main. Baru belajar jalan, sudah diminta ikut maraton.

Masalahnya, begitu kamera turun ke desa, film kepahlawanan itu mendadak berubah menjadi sitkom. Banyak gerai berdiri gagah, cat masih mengilap, papan nama masih kinclong, tetapi pembelinya bisa dihitung tanpa membuka kalkulator. Ada omzet hariannya hanya Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Bahkan ada gerai hampir setahun total transaksinya cuma Rp78 ribu. Mesin kasir mungkin lebih asyik nobar Pildun Prancis vs Argentina.

Sementara itu, warung sebelah tetap ramai. Rahasianya bukan teknologi canggih, melainkan fitur legendaris belum bisa dikalahkan aplikasi apa pun. Utang dulu, bayar habis panen. Ditambah pemilik warung hafal nama pelanggan, nama anaknya, sampai tahu siapa belum bayar mi instan bulan lalu. Loyalitas seperti ini sulit ditandingi sekadar rak yang rapi.

Lalu pemerintah mengeluarkan jurus pamungkas. Kalau pembeli tidak mau datang ke koperasi, maka barang yang dicari pembeli dipindahkan ke koperasi. Mulailah seluruh jalur subsidi diarahkan melalui Kopdes Merah Putih. Pupuk subsidi, LPG 3 kilogram, PKH, beras SPHP, alsintan, bantuan tunai untuk desil 1 dan 2, pembayaran listrik, hingga telepon wajib melewati gerai koperasi. Presiden bahkan menegaskan satu kata yang terdengar seperti perintah terakhir di film perang, “Harus!”

Tujuannya tentu mulia, agar subsidi tepat sasaran, tidak bocor ke tengkulak, dan tidak diselundupkan. Pemerintah pun membayangkan aliran Rp223 triliun perputaran uang desa mengalir lewat Kopdes, ditambah potensi kenaikan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga Rp202 triliun. Angkanya begitu besar sampai kalkulator warung mungkin memilih pensiun dini.

Kopdes juga dirancang menjadi pusat segalanya. Kantor koperasi, toko sembako, simpan pinjam, apotek desa, gudang logistik, hingga cold storage dalam satu atap. Lengkap sekali. Tinggal ditambah tempat cukur rambut dan warung kopi, sudah seperti mal mini versi pedesaan.

Ironinya, ketika RAT di banyak koperasi masih sering terasa formalitas dan SHU belum membuat anggota tersenyum karena omzet rendah, justru di pundak koperasi inilah jalur subsidi nasional mulai dititipkan. Ibarat pemain cadangan yang baru masuk lapangan lima menit, tetapi langsung disuruh mengeksekusi penalti di final Pildun.

Kalau strategi ini berhasil, Kopdes Merah Putih bisa menjadi revolusi terbesar ekonomi desa. Kalau belum, rakyat Indonesia tetap akan menjalankan tradisi nasional tak pernah gagal, membahasnya panjang lebar di warung kopi… yang sampai hari ini, entah kenapa, masih lebih ramai dari gerai koperasinya.

“Bang, kalau Kopdesnya di atas gunung, sementara gas udah habis, apakah harus hiking ke sana dulu.”

“Waduh, yang namanya dipaksa harus begitu, wak.” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • HIMAPET UNIGA Sukses Gelar Pesta Patok UNIGA 2026, Domba dan Kambing Show Up

    HIMAPET UNIGA Sukses Gelar Pesta Patok UNIGA 2026, Domba dan Kambing Show Up

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Himpunan Mahasiswa Peternakan (HIMAPET) Universitas Garut berkolaborasi dengan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) sukses menggelar Pesta Patok UNIGA 2026 pada Sabtu, 11 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di awal tahun ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah apresiasi bagi para peternak domba dan kambing, khususnya di Kabupaten Garut dan sekitarnya. Pesta Patok UNIGA […]

  • 5 Fakta Unik tentang Razia Rambut di SMKN 2 Garut

    5 Fakta Unik tentang Razia Rambut di SMKN 2 Garut

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pagi di sebuah sekolah kejuruan seperti SMKN 2 Garut sering dimulai dengan rutinitas yang tak jauh berbeda: barisan rapi, seragam lengkap, dan tatapan guru yang teliti. Namun, ada momen tertentu yang selalu menghadirkan suasana berbeda—razia rambut. Bagi sebagian siswa, ini mungkin sekadar penertiban biasa. Tapi bagi yang lain, ini bisa jadi momen mendebarkan, bahkan […]

  • Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

    Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle SOPAAT R SELAMET
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sebuah sudut kota Garut, berdiri sebuah bangunan sederhana yang dikelilingi pepohonan rindang. Dari luar, bangunan itu tampak seperti rumah biasa, namun sesungguhnya ia menyimpan sejarah panjang: di sinilah Muhammadiyah pertama kali menancapkan pengaruhnya di Priangan Timur. Garut, yang dikenal dengan julukan “Swiss van Java”, menjadi salah satu saksi awal bagaimana gagasan pembaruan […]

  • Lebaran Pengorbanan

    Lebaran Pengorbanan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • visibility 187
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, lebaran di tengah paceklik dan kerentanan adalah lebaran penuh pengorbanan. Tatkala cadangan BBM menipis; harga dan ongkos melambung, seorang majikan mencoba menahan asisten rumah tangganya untuk tidak mudik. Tak diduga sang asisten berkata: “Tuan bisa menikmati berbagai macam kebahagiaan sepanjang tahun, sedang kebahagian saya cuma sekali setahun, yaitu mudik lebaran. Apakah kebahagiaan satu-satunya […]

  • Inilah Pasar Ceplak, Pusatnya Jajanan dan Kuliner Urang Garut

    Inilah Pasar Ceplak, Pusatnya Jajanan dan Kuliner Urang Garut

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 333
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saat berkunjung ke Garut Jawa Barat, tak lengkap jika belum datang ke pusatnya kuliner dan jajanan masyarakat setempat. Terletak di tengah kota, tepatnya di Jalan Siliwangi, Pasar Ceplak menjadi tujuan utama bagi Anda yang menyukai wisata kuliner. Mulai beroperasi mulai dari pukul 16.00-22.00 WIB, Pasar Ceplak merupakan pasar malam yang selalu ramai tiap […]

  • 5 SMA Terfavorit di Garut, Nomor 1 Punya Segudang Prestasi Nasional

    5 SMA Terfavorit di Garut, Nomor 1 Punya Segudang Prestasi Nasional

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 39
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Memilih Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa dan orang tua. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, siswa tentu ingin melanjutkan ke sekolah yang mampu mendukung prestasi, mengembangkan bakat, sekaligus mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi. Kabupaten Garut memiliki banyak SMA negeri dan swasta dengan karakter serta keunggulan masing-masing. Reputasi sekolah, prestasi […]

expand_less