Breaking News
dark_mode

Bakal Seru Ni, Pemilik SPPG Ancam Lakukan Gembok Nasional

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Waktu libur sekolah kemarin, para pemilik dapur SPPG mengerahkan pasukan paling ditakuti di muka bumi, mak-mak. Demo pro-MBG digelar berkali-kali. Mereka berharap Badan Gizi Nasional (BGN) melirik. Ternyata yang melirik cuma kamera wartawan.

 

Karena merasa suara mereka lebih cepat sampai ke awan dari ke telinga pengambil kebijakan, jurus terakhir pun dikeluarkan. Namanya sangar, pendek, tetapi efeknya bisa bikin seluruh negeri mendadak mencari tukang kunci. Gembok Nasional.

 

Sambil menunggu Prancis versus Spanyol, mari seruput Koptagul dulu, wak. Soalnya cerita ini lebih menegangkan dari adu penalti.

 

Kalau ancaman itu benar terjadi, bukan cuma pintu dapur yang terkunci. Panci akan mengajukan pensiun dini. Wajan memilih bertapa di Gunung Teflon. Centong kehilangan arah hidup lalu mendaftar jadi influencer dapur. Rice cooker mendadak menjadi vas bunga. Kompor gas masuk masa introvert. Bahkan sendok mungkin menggelar doa bersama agar gembok cepat dibuka.

 

Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional Indonesia, Syawaludin Aweng menegaskan, bila persoalan tata kelola tak kunjung selesai, para mitra siap menggembok seluruh dapur MBG secara nasional. Ancaman itu dikeluarkan usai RDPU dengan Komisi IX DPR, Selasa (14/7/2026),

 

Bahasanya memang cuma dua kata, “gembok nasional”. Tetapi gaungnya bisa membuat engsel pintu ikut merinding.

 

Menurut Syawaludin, para mitra merasa statusnya berubah. Dulu disebut mitra strategis. Sekarang rasanya seperti pemain cadangan yang disuruh membeli tiket untuk menonton pertandingan sendiri. Padahal mereka sudah mengantongi Surat Keputusan resmi, membangun dapur, mengeluarkan investasi besar, memenuhi berbagai syarat, lalu berharap menjadi bagian penting program MBG. Logikanya sederhana, pemerintah punya program, mereka punya dapur. Namun mereka menilai BGN kini seperti kapten, wasit, komentator, operator VAR, sekaligus pemilik stadion.

 

Padahal, kata mereka, jalan keluarnya tidak serumit mencari sinyal di tengah hutan. Tinggal kembali membuka Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG. Aturan itu sudah mengatur mekanisme pelaksanaan, termasuk jumlah penerima manfaat setiap dapur di wilayah perkotaan maupun daerah 3T. Sayangnya, kebijakan lama kini terasa diperlakukan seperti ponsel jadul. Masih hidup, tetapi dianggap tidak keren lagi. Seolah-olah semua keputusan masa lalu mendadak masuk daftar barang haram.

 

Asosiasi pun memasang alarm sampai 17 Agustus 2026. Bila tidak ada perubahan, mereka mengaku siap memutar anak kunci secara serentak. Yang menarik, ini bukan ancaman dari belasan dapur. Ini ancaman dari sebuah kerajaan panci.

 

Data resmi BGN pada Januari 2026 mencatat ada sekitar 20.419 dapur SPPG yang melayani lebih dari 50 juta penerima manfaat. Laporan berikutnya bahkan menyebut investasi masyarakat telah membangun sekitar 27.000 dapur SPPG dengan nilai mencapai Rp54 triliun. Kementerian PU juga sudah merampungkan 222 dapur baru untuk diserahkan kepada BGN.

 

Kalau puluhan ribu dapur itu benar-benar ikut “Gembok Nasional”, yang terdengar bukan lagi bunyi sendok beradu dengan piring, melainkan bunyi “klik!” paling mahal dalam sejarah Indonesia.

 

Efeknya tentu bukan sekadar panci ngambek. Setiap dapur menyerap sekitar 15-20 tenaga kerja, sehingga lebih dari 400 ribu pekerja berpotensi terdampak langsung. Program MBG sendiri melayani sekitar 50-62 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui. Dari sisi politik, ancaman ini jelas menjadi tekanan besar bagi BGN dan pemerintah karena menyangkut salah satu program strategis nasional.

 

So, musuh terbesar MBG hari ini bukan harga cabai, bukan gas melon, bukan pula ayam yang telurnya mogok produksi. Musuhnya cuma satu, gembok. Benda kecil biasanya nongkrong di pagar rumah itu kini mendadak berpeluang menjadi tokoh utama drama nasional. Siapa sangka, masa depan program raksasa bisa bergantung pada sepotong besi yang tugas sehari-harinya cuma bilang, “Maaf, hari ini tutup.”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

Komentar
  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi

  • Misteri Tato di Tubuh Korban: Kunci Motif Perbuatan Taufik?

    Misteri Tato di Tubuh Korban: Kunci Motif Perbuatan Taufik?

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Nurul Indra, Mantan Jurnalis, Asisten Peneliti
    • 0Komentar

    Misteri yang masih berputar-putar di kepalaku dari kasus Taufik Hidayat ini tentu saja soal MOTIF. Kenapa Taufik melakukan itu? Aku yakin, banyak dari kita juga penasaran. Karena semakin banyak detail kasus ini terungkap, semakin sulit dipahami dengan logika orang kebanyakan. Mengetahui motif Taufik ini sangat penting. Nanti aku kasih tahu apa saja hal penting itu, […]

  • Ayo Tetap Bekerja dan Jaga Konsistensi

    Ayo Tetap Bekerja dan Jaga Konsistensi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapang Apel Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (16/3/2026).   Apel gabungan ini menjadi pertemuan tatap muka terakhir sebelum diberlakukannya kebijakan kerja fleksibel menjelang hari raya.   Sekda Nurdin Yana menyampaikan bahwa mulai […]

  • Nah Ini Dia! 5 Tempat Ziarah Terkenal di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Tempat Ziarah Terkenal di Garut

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM –Kabupaten Garut tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki berbagai destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah dan spiritual. Tempat-tempat ziarah di Garut banyak dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah untuk berdoa sekaligus mengenang jasa para tokoh penyebar agama Islam. Berikut adalah lima tempat ziarah terkenal di Garut yang sering menjadi rekomendasi. […]

  • Olahraga Bukan Sekadar Fisik, Media Akselerasi Pembangunan Daerah

    Olahraga Bukan Sekadar Fisik, Media Akselerasi Pembangunan Daerah

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Pembukaan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Garut Tahun Kerja 2026, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (13/1/2026). Bupati Garut juga selaku Ketua PBVSI Garut, menekankan konsep Development Through Sport atau pembangunan melalui olahraga sebagai […]

  • 5 Kampus Terbaik di Garut, Pilihan Pendidikan Tinggi untuk Generasi Masa Depan

    5 Kampus Terbaik di Garut, Pilihan Pendidikan Tinggi untuk Generasi Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata dan kuliner, tetapi juga sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur. Sejumlah perguruan tinggi di Garut terus berkembang dengan menghadirkan program studi unggulan, peningkatan akreditasi, serta berbagai prestasi akademik yang membanggakan.   Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus jauh […]

  • Ngangon, Kurikulum Langit dari Universitas Padang Rumput

    Ngangon, Kurikulum Langit dari Universitas Padang Rumput

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Pada halaqah kali ini, sepenggal kilas balik mengingatkan pada tradisi “ngangon” (menggembala) yang biasa dijalankan anak-anak pedesaan mala lalu. Mungkin kebiasaan ini masih dijalankan oleh anak-anak masa kini. Kebiasaan ini yang nampak “rendahan” dan “sederhana”, namun makna di baliknya memiliki enigma berharga yang kokoh dan solid. Kadang kita lupa, “ngangon” itu merupakan kurikulum pendidikan paling […]

expand_less