Breaking News
dark_mode

Semua Akan Mati, Termasuk Kalian

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Pagi tadi saya seperti manusia yang sedang ditarik dua dunia. Dunia orang hidup yang masih sibuk menghitung jam keberangkatan, dan dunia kematian yang tak pernah peduli jadwal manusia. Saya ingin pulang kampung pukul 07.00 WIB. Ingin cepat. Ingin sekali ikut memandikan abang kandung saya, Iskar Dinata. Ingin ikut menyolatkan. Ingin ikut menguburkan. Tapi manusia hanya bisa berencana. Taksi penuh. Yang tersedia hanya pukul 09.00 WIB. Saya pasrah.

 

Kadang kita terlalu sombong mengatur hidup, seolah malaikat maut harus antre dulu di ruang tamu. Seolah kematian bisa diajak kompromi. Padahal liang lahat tak pernah menunggu kesiapan siapa pun.

 

Saya menulis kegelisahan itu. Hanya tulisan biasa. Tulisan seorang adik yang sedang kehilangan separuh sejarah hidupnya. Tak disangka, tulisan itu dibaca seseorang dari Kalimantan Utara. Saya tak pernah bertemu dengannya. Bahkan tak pernah berjabat tangan. Ia hanya pembaca tulisan saya. Pengagum tulisan yang mungkin selama ini diam-diam membaca setiap kalimat yang saya buat sambil menyeruput kopi. Ia sempat meminta nomor saya lewat DM.

 

Subuh tadi, ia menelepon sampai enam kali. HP saya silent. Saya masih tidur dengan mata sembab dan hati yang seperti ditusuk-tusuk jarum. Ia lalu mengirim pesan. Ia sudah menyiapkan mobil carter lengkap dengan sopir. Jangan pikirkan biayanya, katanya. Tinggal saya mau atau tidak.

 

Saya terdiam lama.

 

Di zaman sekarang, ketika banyak manusia lebih cepat menghina dari menolong, masih ada orang yang diam-diam menjadi tangan Allah untuk membantu sesama. Di tengah dunia yang sibuk flexing ibadah di media sosial, ternyata masih ada manusia yang amalnya bekerja tanpa kamera.

 

Saya sempat ragu. Maklum, tak kenal. Hanya kenal lewat dunia online yang penuh tipu-tipu, penuh topeng, penuh manusia bermulut ayat tapi berhati karat. Tapi hati kecil saya berkata, “Bismillah. Saya yakin ia orang baik.”

 

Saya jawab singkat. Siap. Terima kasih.

 

Pesanan taksi jam 09.00, langsung saya batalkan.

 

Pukul 06.00 WIB, mobil dan sopir sudah berada di depan rumah. Tepat waktu. Tidak banyak bicara. Saya berangkat menuju kampung dengan hati yang campur aduk. Sepanjang perjalanan saya hanya memandang jalan. Kadang diam. Kadang istigfar. Kadang menahan air mata.

 

Kematian memang begitu. Ia membuat manusia sadar, semua yang kita kejar selama ini ternyata tak ada apa-apanya. Jabatan tak ikut turun ke kubur. Mobil mewah hanya berhenti di parkiran pemakaman. Rekening miliaran tak bisa menyuap malaikat Munkar dan Nakir. Bahkan followers TikTok yang ribuan itu tak satu pun bisa menggantikan posisi kita di liang lahat.

 

Begitu tiba di kampung, jenazah abang saya baru saja dimandikan.

 

Allah masih memberi kesempatan.

 

Tak lama azan Asar berkumandang. Usai Asar, abang saya langsung disalatkan. Masjid penuh. Saf rapat. Semua menunduk. Semua khusyuk. Semua tahu, suatu hari nanti posisi di depan itu akan berganti. Hari ini Iskar Dinata. Besok mungkin saya. Besok mungkin kalian yang sedang membaca tulisan ini sambil rebahan, sambil tertawa, sambil merasa umur masih panjang.

 

Lalu jenazah dibawa ke pemakaman muslim Desa Simpang Empat.

 

Sebagai adik, itulah terakhir kali saya melihat jasad abang saya.

 

Tubuh yang dulu berjalan ke mana-mana. Tubuh yang dulu tertawa. Tubuh yang dulu bekerja mencari nafkah. Kini diam terbujur. Tak lagi menjawab panggilan. Tak lagi membuka mata.

 

Saya melihat istrinya menaburkan bunga dan air untuk terakhir kali. Tangannya gemetar. Air matanya jatuh seperti hujan yang kehilangan langit. Jenazah abang saya perlahan masuk ke dalam tanah. Kembali ke asalnya. Kembali menjadi penghuni bumi.

 

Manusia memang lucu. Sewaktu hidup berebut dunia seperti hidup seribu tahun. Sikut sana-sini. Fitnah sana-sini. Pamer sana-sini. Padahal ujungnya hanya dibungkus kain putih. Ukuran rumah terakhir pun sempitnya cuma cukup untuk satu badan.

 

Setelah itu saya membuka Facebook dan TikTok. Subhanallah. Puluhan ribu netizen mendoakan abang saya. Saya tercekat. Ternyata di balik kerasnya dunia maya, masih banyak hati yang lembut. Masih banyak manusia yang mau mengirim Al-Fatihah untuk orang yang bahkan tak mereka kenal.

 

Barusan ini tahlilan digelar. Jamaah masjid datang. Keluarga berkumpul. Yasin dibaca. Tahlil dilantunkan. Doa-doa naik ke langit malam.

 

Begitulah hidup. Pada akhirnya kita semua akan pulang.

 

Tak ada yang bisa menolak kematian. Tak ada yang bisa sembunyi. Tak ada yang bisa menyogok ajal. Malaikat maut tak pernah salah alamat.

 

Termasuk saya. Termasuk kalian yang membaca tulisan ini.

Komentar
  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut merupakan salah satu destinasi populer di Jawa Barat yang selalu dipenuhi wisatawan, pasalnya, Garut memang menawarkan ragam pilihan destinasi wisata. Panorama perbukitan yang indah, budaya yang kental, hingga sektor ekonomi kreatif yang mengagumkan, menjadi daya tarik utama kota yang dijuluki juga Swiss van Java ini. Kepopuleran Garut tentunya dipengaruhi juga oleh aksesnya yang […]

  • Lima Sila sebagai Lima Luka

    Lima Sila sebagai Lima Luka

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, Pancasila tidak terancam oleh mereka yang membencinya. Ia lebih terluka oleh mereka yang mengaku paling mencintainya.   Setiap 1 Juni, kita mengenang kelahirannya. Namun jarang memeriksa nasibnya.   Pancasila terpajang di dinding; korupsi berakar dalam sistem. Pancasila dibacakan dalam upacara; keadilan mengantre di pintu kuasa. Pancasila menjadi slogan pidato; rakyat kerap hanya […]

  • 5 Alasan Tour Asia Finis Makkah Ala Garut

    5 Alasan Tour Asia Finis Makkah Ala Garut

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Belakangan ini, muncul tren unik di kalangan masyarakat Garut dan sekitarnya: melakukan perjalanan wisata ke berbagai negara Asia yang kemudian ditutup dengan ibadah umrah di Makkah. Konsep “Tour Asia Finis Makkah” dianggap sebagai perpaduan antara wisata, refleksi diri, dan perjalanan spiritual. Berikut lima alasannya:   1. Menjadikan Perjalanan Berakhir dengan Ibadah Setelah menikmati destinasi […]

  • Nah Ini Dia? 5 Keindahan Laut di Garut Selatan

    Nah Ini Dia? 5 Keindahan Laut di Garut Selatan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya dikenal dengan pegunungan dan kulinernya, tetapi juga memiliki pesona laut yang menakjubkan di wilayah Garut Selatan. Daerah ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan menyimpan banyak pantai indah yang masih alami. Keindahan alam, ombak besar, serta suasana pantai yang tenang menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi. 1. […]

  • Siswi MTs Meninggal Tenggelam di Kolam Cisurupan Garut, Polisi Selidiki Penyebabnya

    Siswi MTs Meninggal Tenggelam di Kolam Cisurupan Garut, Polisi Selidiki Penyebabnya

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Garut setelah seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) meninggal dunia akibat tenggelam di kolam penampungan mata air di Kampung Cibolang, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan. Peristiwa nahas tersebut terjadi usai rombongan siswa mengikuti kegiatan tadabur alam yang diselenggarakan sekolah.   Korban diketahui bernama Siti Jamilah (14), siswi kelas IX […]

  • Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Pembukaan Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jawa barat, yang dilaksanakan di Stadion Dalem Bintang SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (23/5/2026). Bupati Garut menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi secara rutin sebagai langkah strategis dalam menjaring bibit-bibit unggulan. Ajang yang menjadi wadah bagi para atlet muda ini […]

expand_less