Breaking News

Jejak Rumah Para Pekerja Karet di Cisompet Garut Tahun 1925

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 28
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Ada sebuah foto lama yang sekilas tampak seperti kampung biasa di Garut Selatan. Deretan rumah sederhana berdiri berhadap-hadapan, membentuk lorong panjang. Di beberapa teras tampak warga duduk dan beraktivitas.

 

Namun setelah ditelusuri, foto ini ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih besar.

 

Foto tersebut merupakan bagian dari koleksi Tropenmuseum/ Wereldmuseum Amsterdam dengan nomor koleksi TMnr 60011598. Keterangan asli dalam bahasa Belanda menyebutnya:

 

“Arbeiderswoningen op Lendra Estate van de Pirelli rubberonderneming te Boenisari op West-Java”

 

yang berarti:

 

“Rumah-rumah pekerja di Lendra Estate, perusahaan perkebunan karet Pirelli di Boenisari, Jawa Barat.”

 

Dengan demikian, foto yang sebelumnya hanya dikenal sebagai “Suatu Perkampungan Warga di Kecamatan Cisompet tahun 1925” ternyata bukan sekadar foto perkampungan.

 

Ini adalah jejak kehidupan para pekerja perkebunan karet Bunisari–Lendra.

 

Bunisari–Lendra dan industri karet

 

Pada masa Hindia Belanda, kawasan Bunisari–Lendra merupakan salah satu kawasan perkebunan karet di wilayah Garut Selatan.

 

Nama Lendra Estate muncul dalam dokumentasi kolonial bersama nama Boenisari (Bunisari). Bahkan koleksi Tropenmuseum memiliki satu rangkaian foto yang menggambarkan berbagai sisi perkebunan tersebut: rumah pekerja, jalan menuju perkebunan, rumah administratur, kegiatan pengolahan karet hingga jembatan di sekitar kawasan perkebunan.

 

Artinya, foto rumah-rumah sederhana tersebut bukanlah gambaran acak kehidupan masyarakat Cisompet. Rumah-rumah itu merupakan bagian dari lingkungan permukiman pekerja perkebunan.

 

Bayangkan suasana hampir satu abad lalu.

 

Pagi hari, para pekerja meninggalkan rumah-rumah sederhana itu menuju kebun karet. Sebagian bekerja menyadap pohon, mengumpulkan getah, atau mengolah hasil perkebunan. Sementara keluarga mereka tetap menjalani kehidupan sehari-hari di permukiman yang berada di kawasan estate.

 

Foto tersebut akhirnya menjadi semacam jendela kecil menuju kehidupan buruh perkebunan Garut Selatan pada 1920-an.

 

Bukan sekadar rumah

 

Yang menarik dari foto ini adalah bentuk rumahnya.

 

Rumah-rumah dibangun berjajar dengan pola yang relatif seragam. Posisi bangunan saling berhadapan dan menyisakan jalan di tengah.

 

Pola seperti ini sangat mungkin berkaitan dengan fungsi kawasan sebagai perumahan pekerja perkebunan.

 

Koleksi museum sendiri menggunakan istilah arbeiderswoningen, yaitu rumah pekerja.

 

Karena itu, foto ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Ia tidak hanya memperlihatkan arsitektur rumah sederhana, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan perkebunan mengatur ruang hidup para pekerjanya.

 

Di mana tepatnya?

 

Yang dapat dipastikan dari sumber primer adalah:

 

Lendra Estate – Boenisari/Bunisari – Jawa Barat.

 

Wilayah perkebunan Bunisari/Lendra kemudian terus dikenal dalam sejarah perkebunan Garut. Bahkan dokumen pemerintah Indonesia pada 1961 mencatat Perkebunan Karet “Bunisari/Lendra” sebagai salah satu perkebunan yang kemudian masuk dalam proses pengalihan kepada PPN Jawa Barat I.

 

Data BPS Garut juga masih menggunakan nama Kebun Bunisari/Lendra sebagai sumber data pada periode modern.

 

Kawasan perkebunan ini pada perkembangannya mencakup sejumlah desa di wilayah Cisompet dan Cibalong, sehingga menentukan nama kampung persis tempat rumah-rumah dalam foto berdiri membutuhkan penelitian peta dan arsip yang lebih rinci.

 

Karena itu, lebih aman menyebut lokasi foto sebagai:

 

> Lendra Estate, Perkebunan Karet Pirelli di Boenisari/Bunisari, wilayah Cisompet, Garut, sekitar 1925.

 

Daripada langsung menyebutnya sebagai Kampung Cijeruk atau Cisondang tanpa bukti primer.

 

Foto yang menjadi saksi

 

Foto ini sekarang mungkin hanya tampak sebagai gambar hitam putih tua.

 

Tetapi di balik setiap rumah terdapat kehidupan manusia yang pernah tinggal di sana.

 

Mereka adalah bagian dari sejarah perkebunan karet Garut Selatan—sebuah sejarah yang sering kali hanya meninggalkan nama perkebunan, laporan produksi, dan dokumen perusahaan.

 

Namun foto ini memperlihatkan sisi yang berbeda:

 

rumahnya, jalannya, wajah manusianya, dan ruang tempat mereka menjalani kehidupan.

 

Hampir 100 tahun kemudian, deretan rumah itu mengingatkan kita bahwa sejarah Garut bukan hanya tentang para pejabat dan pemilik perkebunan.

 

Sejarah Garut juga dibangun oleh para pekerja yang setiap hari turun ke kebun, mengumpulkan getah karet, dan pulang ke rumah sederhana mereka.

 

Dan mungkin, di antara kampung-kampung Cisompet hari ini, masih tersisa jejak dari permukiman yang pernah mereka tinggali.

 

 

Sumber

 

Wereldmuseum / Tropenmuseum, koleksi foto TMnr 60011598, Arbeiderswoningen op Lendra Estate van de Pirelli rubberonderneming te Boenisari op West-Java.

 

Wikimedia Commons, kategori Bunisari Lendra plantation, yang menghimpun rangkaian foto Lendra Estate dari koleksi Tropenmuseum.

 

Nationaal Archief Nederland, arsip Nederlandsche Handel-Maatschappij yang mencatat dokumen mengenai NV Cultuur-, Industrie- en Handel-Maatschappij Bunisari-Lendra, bagian dari Pirelli Holding.

 

Pemerintah Republik Indonesia, PP No. 154 Tahun 1961, yang mencatat Perkebunan Karet Bunisari/Lendra.

 

BPS Kabupaten Garut, data Kecamatan Cisompet yang mencantumkan sumber PTP Nusantara VIII Kebun Bunisari/Lendra.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Maksud Pidato Bung Karno, Kita “Bukan Bangsa Tempe”! 07.09 Play Button

    Maksud Pidato Bung Karno, Kita “Bukan Bangsa Tempe”!

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Sukron Abdilah
    • visibility 634
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada satu pidato Bung Karno yang sampai kini masih bikin saya senyum kecut tiap kali lihat tahu goreng di warkop kampus. Tahun 1963, di depan para buruh tani dan rakyat kecil, Soekarno dengan lantang berkata: “Bangsa Indonesia bukan bangsa tempe!” Kalimat itu meledak seperti petir di siang bolong. Tapi lucunya, kalau diucapkan di […]

  • Pak Presiden yang Terhormat,

    Pak Presiden yang Terhormat,

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 154
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jarang saya mendengar reaksi positif pada program MBG. Yang saya dengar dan baca, selalu negatif. Niatnya bagus, tapi caranya ganjil. Ada negara besar di zaman modern “memberi makan langsung rakyatnya.” Memberikan makan langsung adalah kewajiban orang tua di keluarga pada anak-anaknya.   Yang merasakan positif, bukan rakyat yang diberi makan, karena banyak masalah, tapi […]

  • Mirip Malin Kundang! Inilah Kisah Dalem Boncel

    Mirip Malin Kundang! Inilah Kisah Dalem Boncel

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 406
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Cerita rakyat “Dalem Boncel” berasal dari Jawa Barat. Cerita karya Sunarsih ini mengisahkan sebuah keluarga miskin yang memiliki seorang anak bernama Boncel. Suatu hari, Boncel pergi dari desa Bungbulang untuk mengadu nasib. Boncel pun tiba di desa Caringin, Banten. Di sana, ia bekerja dengan kepada desa. Kegigihan dan kejujurannya membuat dirinya diangkat sebagai sekretaris […]

  • Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 222
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebelum pandemi Covid-19, kelas menengah Indonesia adalah mesin konsumsi dan penopang stabilitas ekonomi. Pada 2019, jumlahnya sekitar 57 juta orang. Namun krisis pandemi menghantam keras. Pada 2024 jumlah itu menyusut menjadi 47 juta, dan pada 2026 turun lagi menjadi sekitar 46 juta. Artinya, dalam beberapa tahun saja, sekitar 11 juta orang terlempar dari […]

  • Prabowo, Oligarki, dan Mahasiswa

    Prabowo, Oligarki, dan Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Analisis Paradoks Politik Indonesia Saat Ini TIGARUT.COM — Indonesia hari ini sedang berada dalam situasi yang unik sekaligus rumit. Di satu sisi, Presiden Prabowo menghadapi kritik dan tekanan dari kalangan mahasiswa yang kecewa terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Di sisi lain, ia juga berhadapan dengan kepentingan-kepentingan oligarki yang selama puluhan tahun telah mengakar kuat dalam politik dan […]

  • Nah Ini Dia! 5 Rekomendasi Buku Filsafat Stoik yang Terbit di Indonesia

    Nah Ini Dia! 5 Rekomendasi Buku Filsafat Stoik yang Terbit di Indonesia

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah kehidupan modern yang penuh distraksi, kecemasan, dan tekanan sosial—dari target karier, algoritma media sosial, hingga tuntutan menjadi “sukses” versi siapa pun—filsafat Stoik kembali menemukan momentumnya. Stoikisme tidak menawarkan pelarian dari realitas, melainkan cara berdamai dengan realitas tanpa kehilangan martabat dan kejernihan berpikir. Kabar baiknya, beberapa karya penting Stoik kini telah diterjemahkan […]

expand_less