Bioskop Juliana (Odeon) Garut
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- visibility 30
- print Cetak

TIGARUT.COM — Jejak Sinema Tempo Doeloe di Kota Intan
Jauh sebelum hadirnya jaringan bioskop modern, masyarakat Garut telah mengenal gedung pertunjukan film sejak masa kolonial. Salah satu yang paling bersejarah adalah gedung yang kemudian dikenal dengan nama Bioskop Odeon, Juliana, dan Cikuray.
Gedung tersebut berada di kawasan Chineesche Voor Straat, yang sekarang dikenal sebagai Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Garut. Menurut tulisan Masalewat Garut yang merujuk buku Garoet Kota Intan karya Kunto Sofianto (2001), Bioskop Odeon dibangun oleh Belanda pada 1918. Kehadirannya berkaitan dengan berkembangnya Garut sebagai daerah tujuan wisata bagi wisatawan Eropa.
Dari Odeon hingga Juliana
Sepanjang sejarahnya, gedung ini mengalami beberapa kali perubahan nama. Sumber Masalewat Garut mencatat bahwa gedung tersebut dikenal sebagai Odeon pada 1918, kemudian Orion pada dekade 1920-an, dan Juliana pada dekade 1930-an. Setelah Indonesia merdeka, nama gedung tersebut kemudian dikenal sebagai Bioskop Cikuray.
Nama Juliana inilah yang kemudian terlihat pada foto arsip yang memperlihatkan bagian depan bangunan. Foto tersebut diberi keterangan sekitar tahun 1930-an dan sumbernya dicantumkan sebagai Kunto Sofianto (2001).
Ada pula sumber lain yang memberikan kronologi berbeda mengenai tahun awal berdirinya dan perubahan nama gedung. Karena itu, untuk penulisan sejarah yang lebih ketat, kronologi nama dan tahun pembangunannya sebaiknya tetap dibandingkan dengan sumber primer atau arsip sezaman.
Bukan sekadar tempat menonton film
Bioskop pada masa itu bukan hanya tempat menikmati tontonan. Gedung Odeon juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Kota Garut.
Sebuah kajian yang tersimpan di repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahkan mencatat bahwa Gedung Odeon pernah menjadi tempat berlangsungnya rapat umum Sarekat Islam, yang dihadiri ribuan orang dan menjadi bagian dari dinamika sosial-politik masyarakat Garut pada masa kolonial.
Dalam perkembangannya, Bioskop Cikuray memiliki fasilitas seperti ruang pemutaran, loket tiket, tempat penitipan kendaraan, kantin, serta selasar tempat poster-poster film dipasang. Menurut keterangan budayawan Franz Limiart yang dikutip Masalewat Garut, pada masa kejayaannya film-film Hollywood banyak diputar di gedung tersebut.
Dari film bisu hingga masa kejayaan
Catatan mengenai bangunan ini juga menggambarkan perubahan dunia pertunjukan film dari masa ke masa. Pada era film bisu, pertunjukan film dapat diiringi musik secara langsung oleh pemusik lokal. Tradisi tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari sejarah hiburan masyarakat Garut.
Memasuki dekade 1970–1980-an, nama Bioskop Cikuray masih dikenal luas oleh masyarakat Garut. Bangunan dengan arsitektur kolonialnya tetap menjadi salah satu tempat hiburan yang memiliki kenangan kuat bagi beberapa generasi warga Garut.
Kini fungsi bioskopnya telah berakhir. Namun bangunan dan nama Odeon/Juliana/Cikuray tetap menjadi bagian dari sejarah perkembangan Kota Garut—sebuah pengingat bahwa tradisi menonton film di Kota Intan telah memiliki perjalanan panjang sejak lebih dari satu abad lalu.
—
Tentang foto
Bagian depan Bioskop Juliana (Odeon)
Tahun: sekitar 1930
Sumber foto: Kunto Sofianto, Garoet Kota Intan: Sejarah Lokal Kota Garut Sejak Zaman Kolonial Belanda Hingga Masa Kemerdekaan (2001).
Digital Restoration & Documentation:
Garoet Tempo Doeloe
Kode dokumentasi: GTD – 000003
Sumber rujukan
Kunto Sofianto, Garoet Kota Intan: Sejarah Lokal Kota Garut Sejak Zaman Kolonial Belanda Hingga Masa Kemerdekaan, Alqa-Print, 2001.
Masalewat Garut, “Odeon, Bioskop Pertama yang Istimewa”, 2019.
Liputan6, “Perjalanan 1 Abad Bioskop Cikuray di Garut”, 19 Januari 2020.
Repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, K.H. Mustofa Kamil Sang Pendekar dari Kota Intan.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: GaroetTempoDoeloe

Saat ini belum ada komentar