Breaking News

Jejak Rumah Para Pekerja Karet di Cisompet Garut Tahun 1925

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 31
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Ada sebuah foto lama yang sekilas tampak seperti kampung biasa di Garut Selatan. Deretan rumah sederhana berdiri berhadap-hadapan, membentuk lorong panjang. Di beberapa teras tampak warga duduk dan beraktivitas.

 

Namun setelah ditelusuri, foto ini ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih besar.

 

Foto tersebut merupakan bagian dari koleksi Tropenmuseum/ Wereldmuseum Amsterdam dengan nomor koleksi TMnr 60011598. Keterangan asli dalam bahasa Belanda menyebutnya:

 

“Arbeiderswoningen op Lendra Estate van de Pirelli rubberonderneming te Boenisari op West-Java”

 

yang berarti:

 

“Rumah-rumah pekerja di Lendra Estate, perusahaan perkebunan karet Pirelli di Boenisari, Jawa Barat.”

 

Dengan demikian, foto yang sebelumnya hanya dikenal sebagai “Suatu Perkampungan Warga di Kecamatan Cisompet tahun 1925” ternyata bukan sekadar foto perkampungan.

 

Ini adalah jejak kehidupan para pekerja perkebunan karet Bunisari–Lendra.

 

Bunisari–Lendra dan industri karet

 

Pada masa Hindia Belanda, kawasan Bunisari–Lendra merupakan salah satu kawasan perkebunan karet di wilayah Garut Selatan.

 

Nama Lendra Estate muncul dalam dokumentasi kolonial bersama nama Boenisari (Bunisari). Bahkan koleksi Tropenmuseum memiliki satu rangkaian foto yang menggambarkan berbagai sisi perkebunan tersebut: rumah pekerja, jalan menuju perkebunan, rumah administratur, kegiatan pengolahan karet hingga jembatan di sekitar kawasan perkebunan.

 

Artinya, foto rumah-rumah sederhana tersebut bukanlah gambaran acak kehidupan masyarakat Cisompet. Rumah-rumah itu merupakan bagian dari lingkungan permukiman pekerja perkebunan.

 

Bayangkan suasana hampir satu abad lalu.

 

Pagi hari, para pekerja meninggalkan rumah-rumah sederhana itu menuju kebun karet. Sebagian bekerja menyadap pohon, mengumpulkan getah, atau mengolah hasil perkebunan. Sementara keluarga mereka tetap menjalani kehidupan sehari-hari di permukiman yang berada di kawasan estate.

 

Foto tersebut akhirnya menjadi semacam jendela kecil menuju kehidupan buruh perkebunan Garut Selatan pada 1920-an.

 

Bukan sekadar rumah

 

Yang menarik dari foto ini adalah bentuk rumahnya.

 

Rumah-rumah dibangun berjajar dengan pola yang relatif seragam. Posisi bangunan saling berhadapan dan menyisakan jalan di tengah.

 

Pola seperti ini sangat mungkin berkaitan dengan fungsi kawasan sebagai perumahan pekerja perkebunan.

 

Koleksi museum sendiri menggunakan istilah arbeiderswoningen, yaitu rumah pekerja.

 

Karena itu, foto ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Ia tidak hanya memperlihatkan arsitektur rumah sederhana, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan perkebunan mengatur ruang hidup para pekerjanya.

 

Di mana tepatnya?

 

Yang dapat dipastikan dari sumber primer adalah:

 

Lendra Estate – Boenisari/Bunisari – Jawa Barat.

 

Wilayah perkebunan Bunisari/Lendra kemudian terus dikenal dalam sejarah perkebunan Garut. Bahkan dokumen pemerintah Indonesia pada 1961 mencatat Perkebunan Karet “Bunisari/Lendra” sebagai salah satu perkebunan yang kemudian masuk dalam proses pengalihan kepada PPN Jawa Barat I.

 

Data BPS Garut juga masih menggunakan nama Kebun Bunisari/Lendra sebagai sumber data pada periode modern.

 

Kawasan perkebunan ini pada perkembangannya mencakup sejumlah desa di wilayah Cisompet dan Cibalong, sehingga menentukan nama kampung persis tempat rumah-rumah dalam foto berdiri membutuhkan penelitian peta dan arsip yang lebih rinci.

 

Karena itu, lebih aman menyebut lokasi foto sebagai:

 

> Lendra Estate, Perkebunan Karet Pirelli di Boenisari/Bunisari, wilayah Cisompet, Garut, sekitar 1925.

 

Daripada langsung menyebutnya sebagai Kampung Cijeruk atau Cisondang tanpa bukti primer.

 

Foto yang menjadi saksi

 

Foto ini sekarang mungkin hanya tampak sebagai gambar hitam putih tua.

 

Tetapi di balik setiap rumah terdapat kehidupan manusia yang pernah tinggal di sana.

 

Mereka adalah bagian dari sejarah perkebunan karet Garut Selatan—sebuah sejarah yang sering kali hanya meninggalkan nama perkebunan, laporan produksi, dan dokumen perusahaan.

 

Namun foto ini memperlihatkan sisi yang berbeda:

 

rumahnya, jalannya, wajah manusianya, dan ruang tempat mereka menjalani kehidupan.

 

Hampir 100 tahun kemudian, deretan rumah itu mengingatkan kita bahwa sejarah Garut bukan hanya tentang para pejabat dan pemilik perkebunan.

 

Sejarah Garut juga dibangun oleh para pekerja yang setiap hari turun ke kebun, mengumpulkan getah karet, dan pulang ke rumah sederhana mereka.

 

Dan mungkin, di antara kampung-kampung Cisompet hari ini, masih tersisa jejak dari permukiman yang pernah mereka tinggali.

 

 

Sumber

 

Wereldmuseum / Tropenmuseum, koleksi foto TMnr 60011598, Arbeiderswoningen op Lendra Estate van de Pirelli rubberonderneming te Boenisari op West-Java.

 

Wikimedia Commons, kategori Bunisari Lendra plantation, yang menghimpun rangkaian foto Lendra Estate dari koleksi Tropenmuseum.

 

Nationaal Archief Nederland, arsip Nederlandsche Handel-Maatschappij yang mencatat dokumen mengenai NV Cultuur-, Industrie- en Handel-Maatschappij Bunisari-Lendra, bagian dari Pirelli Holding.

 

Pemerintah Republik Indonesia, PP No. 154 Tahun 1961, yang mencatat Perkebunan Karet Bunisari/Lendra.

 

BPS Kabupaten Garut, data Kecamatan Cisompet yang mencantumkan sumber PTP Nusantara VIII Kebun Bunisari/Lendra.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Stasiun Garut Ketika Jadi Pasar

    Stasiun Garut Ketika Jadi Pasar

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 50
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada masa ketika kawasan yang kini dikenal sebagai Stasiun Garut justru menyimpan pemandangan yang sangat berbeda. Setelah aktivitas perkeretaapian berhenti, area emplasemen atau halaman peron Stasiun Garut beralih fungsi menjadi kawasan pasar. Stasiun Garut sendiri memiliki sejarah panjang. Jalur Cibatu–Garut dibuka pada 14 Agustus 1889. Stasiun ini kemudian mengalami masa nonaktif sejak 1983, […]

  • Syekh Abdul Jabar Cibiuk Garut, Ulama yang Jejaknya Terwariskan di Gunung Haruman

    Syekh Abdul Jabar Cibiuk Garut, Ulama yang Jejaknya Terwariskan di Gunung Haruman

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 71
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di kaki Gunung Haruman, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, terdapat kompleks pemakaman yang hingga kini menjadi salah satu tujuan ziarah masyarakat. Sebelum menuju makam Syekh Ja’far Shiddiq yang dikenal sebagai Embah Wali Cibiuk, peziarah terlebih dahulu melewati makam yang dipercaya sebagai makam Syekh Abdul Jabar. Dalam sejumlah riwayat masyarakat, Syekh Abdul Jabar juga […]

  • Si Kabayan Ngalamar Gawé ka Média Online

    Si Kabayan Ngalamar Gawé ka Média Online

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 263
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan geus bosen dicarékan waé ku mertuana alatan dianggap pangangguran abadi. Poe harita, manéhna nekat rék ngalamar gawé ka kantor média online “tigarut.com”. Manéhna datang maké sapatu bot sabelah jeung sapatu kets sabelah, bari mawa map coklat nu geus kuleuheu. “Bah, ieu daptar riwayat hirup Kabayan,” ceuk Kabayan bari masrahkeun keretas ka […]

  • Situs Kabuyutan Ciburuy di Garut, Tempat Tokoh “Ngelmu”

    Situs Kabuyutan Ciburuy di Garut, Tempat Tokoh “Ngelmu”

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 351
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabuyutan Ciburuy. Situs ini bukan sembarang situs. Situs yang merupakan peninggalan jaman Prabu Siliwangi yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Prabu Kiyan Santang, dulunya merupakan tempat khusus bagi orang-orang berilmu tinggi. Secara administrasi Situs Kabuyutan Ciburuy terletak Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Lokasinya berada di titik koordinat 7° 17′ 18″ S, 107° 49′ 43″ E. Di daerah […]

  • Si Kabayan Jadi Pewarta Media Online

    Si Kabayan Jadi Pewarta Media Online

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 263
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan ayeuna geus gaya, bajuna mah kaos oblong tapi maké rompi loba saku nu aya tulisan “PERS” badag pisan dina tonggongna. Gawéna jadi wartawan di média online “Tigarut.com”. Isuk-isuk, manéhna geus disidék ku dununganana, Redaktur nu galakna leuwih-leuwih ti Abah. “Kabayan! Mana warta dinten ayeuna? Urang peryogi berita anu viral, anu matak klik-un […]

  • Dedi Mulyadi dan Wacana Bayar Jalan: Rakyat Jangan Terus Diperas

    Dedi Mulyadi dan Wacana Bayar Jalan: Rakyat Jangan Terus Diperas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Alimudin Garbiz, Share Creator, Pemerhati Sosial Politik
    • visibility 150
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dedi Mulyadi melempar wacana penghapusan pajak kendaraan bermotor lalu menggantinya dengan sistem bayar jalan provinsi. Sekilas terdengar modern dan inovatif. Dibungkus dengan istilah “keadilan”: siapa yang sering memakai jalan, dia yang lebih banyak membayar.   Tetapi rakyat tidak hidup dari istilah. Rakyat hidup dari pengeluaran sehari-hari.   Hari ini masyarakat sudah dibebani: harga sembako […]

expand_less